Sutjidra Ditugaskan Lobi Pemerintah Pusat Tanggulangi Banjir Pemuteran

Singaraja | Banjir yang menerjang Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak masih menyisakan debu dan kerikil di sepanjang jalur nasional itu. Beberapa alat berat milik pemerintah sampai saat ini masih mengeruk sisa-sisa lumpur dan kerikil untuk memperlancar arus lalu lintas.

Kondisi ini kini menjadi pengalaman penting bagi pemerintah daerah maupun pusat. Pasalnya, jalan yang tergenang banjir adalah jalan berstatus nasional yang berada di daerah kawasan wisata. Untuk penganggaran pemeliharannya melalui APBN.

- Advertisement -

Namun ketika terjadi hal-hal seperti ini, justru Pemerintah Pusat tidak serta merta langsung melakukan penanganan secara cepat, namun di sisi lain Pemerintah daerah Kabupaten Buleleng juga tak punya kewenangan untuk melakukan perbaikan.

Kondisi ini butuh penanganan sangat cepat, karena wilayah yang teraliri banjir adalah desa wisata, yang bisa menjadi cermin baik atau buruk bagi dunia pariwisata Bali.

Kondisi ini pun ternyata menjadi dilema bagi Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana pasca banjir menerjang kawasan desa wisata Pemuteran. Bupati mengakui dirinya tak bisa berbuat banyak kecuali melakukan penanganan teknis banjir sesuai tugas dan wewenang pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng.

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana menyadari jika masyarakat menumpahkan kekesalannya terhadap Pemerintah Kabupaten Buleleng sebagai pemilik wilayah. “Namun saya tidak punya kewenangan apapun terkait jalan nasional maupun alur sungai ini. Itu jalan nasional semua kewenangan pemeliharaan dari pemerintah pusat, begitupun soal sodetan juga kewenangan Pemerintah pusat. Kita tidak bisa menganggarkan dari dana APBD supaya banjir ini bisa teratasi dikemudian hari,” ujar Agus Suradnyana saat memberikan keterangan pers kepada media di Singaraja, Sabtu (13/2).

- Advertisement -

Untuk mepercepat penanggulangan dan mengantisipasi banjir tahunan di Desa Pemuteran, Wakil Bupati Buleleng, dr. Nyoman Sutjidra akan diberangkatkan ke Kementerian PU-Pera untuk melakukan lobi guna perbaikan bisa dilakukan secepatnya. “Minggu depan, Pak wakil yang langsung ke Jakarta untuk melkaukan lobi ke Kementerian PU. Mudah-mudahan ditahun 2017 sudah dianggarkan dan juga bisa diperbaiki segala jenis infrastrukturnya,” ujar Agus.

Bupati juga memaparkan sebenarnya sejak menjabat sebagai pucuk pimpinan Bupati Buleleng di tahun 2012, dirinya sudah mengajukan sebuah grand desain penataan desa pemuteran sebagai desa wisata.

Sejumlah Proposal sudah diajukan ke Pemerintah Pusat untuk pengembangan Desa Pemuteran di Kecamatan Gerokgak, mulai dari penataan pantai, pembuatan jalan baru, pembuatan sodetan, lampu penerangan jalan, hingga agenda kegiatan seni dan budaya. Hanya saja, sejak diajukan tahun 2012 lalu, hingga kini belum ada satu proposal pun yang disetujui.

“Sejak awal saya menjabat, sejumlah proposal untuk pengembangan Desa Pemuteran telah diajukan ke Pemerintah Pusat, namun tidak ada yang disetujui. Tapi kami terus melakukan lobi untuk bisa mendapat program dari Pusat,” Jelasnya.

Sebelumnya, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali diterjang banjir, Jumat (12/2) sejak sore hari. Banjir terjadi dikawasan banjar Dinas Loka Segara dan menurut warga sudah sering terjadi bahkan nyaris setiap tahun. Banjir kiriman ini berasal dari wilayah perbukitan di wilayah selatan. Diduga, Banjir ini terjadi karena adanya pendangkalan sungai yang mengalir ke wilayah dusun ini, serta tidak adanya sodetan dan drainese untuk jalur air ketika terjadi hujan deras yang memicu aliran sungai cukup deras.|RM|

 

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts