Sehari, Wabup Sutjidra Gelontor Bantuan 5 Warga Miskin

Singaraja | Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG dalam sehari memberikan bantuan paket sembako, bedah rumah, dan pelayanan kesehatan kepada lima warga yang kurang mampu. Kelima warga tersebut berasal dari Lingkungan Sangket, Kelurahan Sangket, Kecamatan Sukasada dan Banjar Dinas Pegayaman, Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Senin (15/2).

Di lokasi pertama yang dikunjungi Wabup Sutjidra adalah Lingkungan Sangket, Kelurahan Sangket, Kecamatan Sukasada. Disini, Wabup Sutjidra harus berjalan kaki sejauh 700 neter guna menemui tiga warga yaitu Kopang Merta Bami, 51, Komang Agus Parwata, 15 dan Kopang Seruni, 81. Kopang Merta Bami merupakan lansia yang hanya tinggal pondok yang tidak layak ditempati di atas tanah warisan keluarga.

- Advertisement -

Wabup Sutjidra memerintahkan Camat Sukasada dan Lurah Sukasada untuk memediasi keluarga Kopang Merta Bami menyangkut masalah tanah agar bisa diberikan bantuan bedah rumah yang suah disiapkan. Sementara Komang Agus Parwata yang bertetangga dengan Kopang Merta Bami merupakan anak yatim piatu yang putus sekolah dan tinggal sendiri dirumahnya. Di rumah Agus, Wabup Sutjidra bersama Kepala Dinas Sosial Buleleng, Drs. Gede Komang, M.Si memerintahkan camat beserta lurah untuk membuatkan surat keterangan bahwa benar Agus ini merupakan anak yatim piatu agar bisa direkomendasikan oleh Dinas Sosial untuk mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Dengan KIP ini, Agus bisa melanjutkan sekolahnya yang terhenti dengan gratis. Terakhir, Wabup Sutjidra mengunjungi Kopang Seruni dan akan memberikan bantuan bedah rumah. Keberadaan ketiga warga ini diketahui berkat informasi dari warga yang tergabung dalam Paguyuban Perantauan Sangket (P2S) yang sempat memberikan bantuan kepada warga tersebut.

Sementara itu, di Banjar Dinas Pegayaman, Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Wabup Sutjidra mengunjungi dua warga yaitu Maimunah, 67 dan Luh Sumiati, 65. Maimunah merupakan lansia yang hidup sebatang kara. Pihak kecamatan dan Desa Temukus telah memberikan bantuan berupa renovasi rumah. Sedangkan Luh Sumiati merupakan seorang lansia yang hidup dengan anaknya, Ketut Merta. Rumah Ketut Merta ini hancur akibat puting beliung . Di sini, Wabup Sutjidra juga mengatakan akan memberikan bantuan bedah rumah.

Ditemu usai pemberian bantuan Wabup Sutjidra mengakui ternyata warga yang benar-benar terlantar ini belum bisa dipantau. Hal ini disebabkan karena warga tersebut masih tercantum di dalam kartu keluarga (KK) saudara mereka. Hal tersebut memerlukan validasi lagi.

- Advertisement -

“Dengan data terbaru yang ada, mudah-mudahan KK warga miskin tersebut bisa kita pisahkan menjadi KK mandiri sehingga kita bisa fokus memberikan bantuan yang betul-betul memerlukan seperti janda terlantar atau anak yatim piatu,” ungkap Sutjidra. Pihaknya juga mengharapkan validasi dimulai  dari pihak terbawah mulai dari ketua RT, kepala lingkungan, kepala desa sampai camat. Wabup Sutjidra juga meminta pihak-pihak tersebut segera membuat validasi data terbaru dengan memisahkan KK yang terlantar atau miskin dengan KK induknya.

“Ini harus dipisahkan. Jika tidak, mereka tidak menerima bantuan dan tidak masuk dalam data kita di Dinas Sosial,” imbuhnya.

Wabup Sutjidra juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada masyarakat yang telah memberikan informasi mengenai warga miskin ini. Pihaknya mengakui masih memerlukan informasi seperti ini karena masih minim dimiliki. “Dengan begini mungkin kepala desa dan camat bisa lebih peka terhadap masyarakat yang memang mengalami kemiskinan,” tandasnya. |ADV – Humas Buleleng|

 

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts