Nikmatnya Kuliner Berbahan Daging Kebo

Kuliner olahan daging Kebo khas Buleleng. |Foto : Nova Putra|

Singaraja | Kuliner olahan berbahan dari daging Kerbau juga menjadi salah satu kuliner khas Buleleng, seperti Lawar dan Rawon Kebo. Rasanya nikmat dilidah, kenyal dan tentu tidak kalah rasa dengan rawon dan lawar berbahan lain.

Di Buleleng, Lawar dan Rawon Kebo ini memang lebih sering dijumpai ketika Hari Raya Galungan dan Kuningan, karena pada saat hari raya seperti ini banyak masyarakat yang mengolah masakan ini untuk kepentingan kelengkapan banten dan konsumsi. Namun, saat ini dibeberapa tempat juga sudah mulai ada yang membuka usaha kuliner Lawar dan Rawon kerbau.

Salah satu pelaku usaha kuliner Rawon dan Lawar Kebo, Jro Puspa Dana, dari Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt mengatakan seluruh bagian dari kerbau bisa diolah untuk kuliner khas, seperti dendeng, Lawar, Rawon, Serapah, Timbungan serta jenis lain. Harga Daging kerbau memang mahal namun untuk sajian sebuah kuliner, Lawar dan Rawon Kebo sangat nikmat.

Untuk Rawon Kebo, daging-daging kerbau dicacah halus lalu direbus dalam beberapa jam hingga matang. Daging kerbau itu kenyal hingga butuh waktu lama untuk merebusnya.

Begitupun dengan olahan Lawar, Dagingnya bisa dicampur dengan bahan lain seperti, Kelapa,  klungah (daging kelapa muda) maupun yang lain. Namun untuk mengolah olahan dari daging Kerbau ini memang harus punya pengalaman panjang dibidang pengolahan daging kerbau. Karena jika salah mengolah akan membuat rasa masakanya kurang sedap.

“Untuk bahan bumbu kan biasa seperti lawar Bali lainnya. Kita beri rempah-rempah, kunyit dan bahan bumbu lainnya untuk Rawon kebo. Kami sudah berpengalaman cukup lama dalam usaha kuliner dan bisnis daging kerbau di Buleleng,” ujar Jro Puspa Dana dalam suatu kesempatan. |NP|