2,5 Ton Gula Pasir Ludes Dalam Operasi Pasar Murah di Petemon

Singaraja | Harga kebutuhan pokok menjelang bulan puasa tidak stabil, hampir seluruhnya mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Untuk mengatasi hal itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Bali langsung menggelar operasi pasar murah di Desa Patemon, Kecamatan Seririt, Rabu (1/5).

Disperindag Propinsi Bali menyediakan beragam kebutuhan pokok mulai dari gula pasir, beras, bawang, minyak goreng, hingga gas elpiji tiga kilogram. Seluruh barang di operasi pasar murah ini ludes dibeli oleh masyarakat setempat.

- Advertisement -

Warga membeli gula pasir di pasar murah ini dengan harga Rp.12.500 perkilogram, sementara harga gula pasir ditempat lain mencapai Rp.17.000 perkilogram.

Salah satu warga Desa Petemon, Kadek Melawati mengatakan operasi pasar murah ini sangat ditunggu oleh masyarakat karena meringankan beban ekonomi masyarakat ditengah melambungnya harga kebutuhan pokok.

”Di sini saya beli gula pasir harganya jauh lebih murah, lebih hemat. Jadi kami menjadi lebih irit untuk biaya kebutuhan pokok. Kami berharap, pemerintah terus bisa melakukan hal seperti ini,” ujar Melawati usai membeli sejumlah kebutuhan pokoknya.

Sementara itu, Manajer Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI)  Denpasar, Antonius Eko Utomo mengaku pihaknya lebih konsentrasi pada pemenuhan kebutuhan pokok berupa gula pasir. Saat ini, stok yang ada mencapai 70 ton dan akan ada tambahan sebanyak 250 ton selama bulan puasa yang didatangkan dari Jakarta. Dipasar murah ini, PPI menghabiskan sekitar 2,5 ton gula pasir yang dibeli oleh masyarakat setempat.

- Advertisement -

”Untuk bulan ramadhan ini stok gula di Bali masih aman yang saat ini masih tersisa 70 ton lebih dan nantinyaakan ada pasokan dari pusat sebanyak 250 ton. Pasar murah ini juga kaan kami gelar di seluruh Bali,” terang Antonius.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali. Cok Istri Arina mengungkapkan operasi pasar murah in digelar untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat Buleleng karena didorong oleh kenaikan harga kebutuhan pokok. Operasi pasar murah ini akan berlanjut di sejumlah kabupaten dankota di Bali.

Arina mengatakan hampir sleuruh kebutuhan pokok dibutuhkan oleh masyarakat karena harga yang lebih murah. Harga gas elpiji berkisar diangka Rp.14.500 pertabung sementara di pengecer mencapai harga Rp.20.000 pertabung tiga kilogram.

”Gas elpiji kita habis hingga 500 tabung. Harganya memang lebih murah di bandingkan di pengecer. Selain itu gula pasir dan bawang juga lebih murah. Nanti akan kami lakukan di sleuruh kabupaten dan kota,” terangya.

Menjelang bulan puasa ini, beberapa stok kebutuhan pokok di sejumlah pasar menipis sehingga memicu kenaikan harga kebuutuhan pokok.  Hal ini terjadi diduga karena kebutuhan masyarakat lebih tinggi menjelang bulan puasa ini. |PW|

 

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts