Singyen Kuasai Golkar, Rochineng – Ariadi Rencana Disandingkan

Dari arena Musda Golkar Buleleng, Golkar memasangkan Putu Singyen dan Gede Ariadi masing-masing sebagai Ketua DPD Golkar Buleleng dan Ketua harian DPD Golkar Buleleng. |Foto: Rika Mahardika|

Singaraja, koranbuleleng.com,  Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Buleleng berlangsung menegangkan di Kantor DPD Golkar Buleleng, Jalan Ngurah Rai, Singaraja, Kamis 30 Juni 2016. Dari arena Musda Golkar Buleleng, Golkar memasangkan Putu Singyen dan Gede Ariadi masing-masing sebagai Ketua DPD Golkar Buleleng dan Ketua harian DPD Golkar Buleleng.

Hal lain yang lebih penting, yakni Musda Partai Golkar Buleleng ini memutuskan untuk mengusung Gede Ariadi sebagai bakal calon bupati atau wakil bupati Buleleng dari Partai Golkar di Pilkada Buleleng 2017. Ketua DPD Golkar Bali, Ketut Sudikerta yang hadir saat Musda berlangsung bahkan mengatakan  akan memasang pasangan Ketut Rochineng dan Gede Ariadi.

Putu Singyen merupakan Kader Partai Golkar Buleleng dan pernah menjadi anggota DPRD Buleleng. Sempat mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Bali dari Partai Golkar tahun 2014,  namun gagal.

Sementara itu Gede Ariadi yang merupakan Putra Mantan Bupati Buleleng Putu Bagiada, sebelumnya juga sempat menjadi Calon Bupati Buleleng Buleleng berpasangan dengan Wayan Artha pad atahun 2012 silam dan berhadapan dengan pasangan petahana saat ini, Putu Agus Suradnyana dan Nyoman Sutjidra (PASS).

Keunggulan Putu Singyen untuk menduduki posisi sebagai Ketua DPD Golkar Buleleng sudah tergambar setelah tujuh Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar Buleleng satu suara untuk memilihnya.

Sementara Gede Ariadi hanya didukung oleh dua Pengurus Kecamatan (PK) dan disokong penuh oleh Ketua DPD Partai Golkar sebelumnya, Nyoman Sugawa Kori.

Terpilihnya Singyen juga tidak lepas dari lobi-lobi politik yang dilakukan secara inten selama Musda berlangsung. Beberapa kali terlihat komunikasi dan koordinasi secara tertututup yang dipimpin langsung Ketua DPD Golkar Provinsi Bali Ketut Sudikerta.

Dari lobi politik itu, di dalam arena musda memutuskan Putu Singyen sebagai Ketua DPD Partai Golkar buleleng sementara Gede Ariadi ditempatkan dalam posisi sebagai Ketua Harian DPD Golkar Buleleng.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Buleleng terpilih Putu Singyen dalam sambutannya mengajak seluruh kader untuk bahu membahu memenangkan Partai Golkar Buleleng dalam setiap perhelatan Politik, khususnya Pilkada Buleleng tahun 2017 mendatang.

“Dengan kepemimpinan saya didampingi Pak Gede Ariadi di DPD Golkar Buleleng, mudah-mudahan Golkar Buleleng bisa mencapai cita cita untuk bisa menang dalam setiap perhelatan politik. Harapan saya, bersama semua kader mari kita bersatu sehingga tidak ada lagi perpecahan ditubuh Partai Golkar Buleleng,” ujar Singyen.

 

Sementara terkait dengan keputusan untuk mengusung Gede Ariadi sebagai Bakal Calon Bupati atau Bakal Calon Wakil Bupati Buleleng dalam Pilkada Buleleng mendatang, Putu Singyen mengaku masih akan melakukan komunikasi politik dengan Partai lain yang tergabung dalam Koalisi Bali Mandara.

“Pertama kan kita liat dulu komposisi kita di Partai Golkar. Langkah pertama kita akan menjajagi Koalisi, sehingga tidak ada yang merasa disakiti dalam koalisi ini, untuk mencari keputusan terakhir apakag nantinya kita akan mengusung sendiri atau ada nama yang diusung oleh Partai Koalisi,” Jelasnya.

Sementara itu Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bai Ketut Sudikerta mengatakan, rekomendasi untuk mengusung Gede Ariadi sebagai bakal calon Bupati atau Wakil Bupati harus segera ditindak lanjuti dengan melakukan survey. Sehingga nantinya jelas, bahwa Partai Golkar Buleleng tetap mengusung calon dalam Pilkada Buleleng mendatang.

Menurut Sudikerta, survey ini sangat penting untuk melihat berbagai peluang dari tokoh-tokoh yang akan dijaring oleh Partai Golkar Buleleng sebagai calon kepala daerah.

“Yang pasti nantinya Gede Ariadi akan disandingkan dengan Ketut Rochineng. Itu sudah pasti,” tegas Sudikerta.

Semenara, Gede Ariadi yang merupakan Putra Mahkota Mantan Bupati Buleleng Putu Bagiada tersebut, mengaku masih harus menunggu hasil komunikasi politik antar partai koalisi.

“Kita kembalikan lagi dari hasil komunikasi dengan partai Koalisi Bali Mandara. Yang pasti saya akan ikuti sesuai dengan aturan partai yang diberlakukan. Apapun nanti keputusan Partai dan koalisi harus dihormati,” ungkap Ariadi.

Untuk diketahui, dalam tubuh koalisi, Partai Gerindra Buleleng juga masih ngotot untuk mengajukan calon Calon Bupati Buleleng. Partai Gerindra sejauh ini berupaya mengusung Ketua DPD Gerindra Buleleng Jro Nyoman Raiyusa.

Diluar arena Musda Partai Golkar Buleleng, Aparat pengamanan dari Polres Buleleng menjaga ketat proses Musda ini. Bahkan, sebuah mobil anti huru-hara disiagakan disekitar kantor Partai Golkar Buleleng. |RM|