Dua Bocah SD Bikin Teror, Polisi Minta Orangtuanya Awasi Anak dengan Baik

Kapolsek Kota Singaraja Kompol Nyoman Suarnata menunjukkan hasil penyelidikan kepolisian terkait dengan ancaman teror yang dibuat oleh dua orang bocah |Foto : Rika Mahardika|

Singaraja, koranbuleleng.com,  Dua orang bocah yang masih duduk dibangku sekolah dasar dibawa ke kantor Mapolsek Singaraja, Buleleng, karena sempat menebar sebuah selebaran yang bertuliskan teror bom di salah satu rumah warga milik Hinardi Ponandi, di Desa Kalibukbuk. Selebaran ini sempat membuat geger dan ditebar pada saat Hari Raya Idul Fitri lalu.

Ancaman tersebut membuat pemilik rumah dan warga disekitar ketakutan, Apalagi dalam selebaran itu tertulis bahwa bom akan meledak dalam waktu tiga jam.

Pihak kepolisian memediasi antara keluarga dari dua bocah ini dengan korban Hinardi Ponardi selaku korban yang merasa dirugikan dan ketakutan dengan selebaran tersebut, di Mapolsek Kota Singaraja, Jumat 8 Juli 2016.

Dari hasil mediasi, baik pihak kepolisian maupun Hinardi Ponadi memaklumi aksi kenakalan anak-anak tersebut dan meminta masing-masing orang tua kedua bocah ini bisa mengawasi anak-anaknya secara maksimal. Kedua bocah itu yakni berinisial LSU pelajar kelas 6 SD dan PES pelajar kelas 3 SD.

“Ya saya bisa menerima dan memaklumi karena mereka masih anak anak. Lagi pula keduanya juga teman sepermainan anak saya. Cuma saya berharap agar orang tuanya bisa lebih mengawasi anak mereka, sehingga kejadian ini tidak terulang kembali,” ujar Hinardi Podandi.

Mediasi tersebut diakhiri dengan penandatanganan berita acara antara Hinardi Podandi selaku korban dengan kedua pelaku didampingi masing masing orang tuanya.

Sementara Kapolsek Kota Singaraja Nyoman Suarnata menegaskan penanganan dari kasus teror bom ini sudah berakhir setelah dilakukan mediasi, apalagi kedua pelaku masih anak anak, dan korban juga bisa memaklumi hal itu.

“Kita sudah laporkan kepada Pak Kapolres, dan beliau bisa memaklumi, apalagi kedua pelaku masih anak anak. Untuk motif dari aksi ini murni hanya ulah iseng dan bercanda dari kedua pelaku. Dan kami berharap agar kedua orang tuanya bisa lebih mengawasi, sehingga tidak terulang lagi,” jelasnya.

Kapolsek Suarnata juga meminta supaya orangtua dari kedua bocah ini bisa mengawasi anak-anaknya secara maksimal. |RM|