Maknyoss, Cita Rasa Kue Gadung Bersanding Dengan Secangkir Kopi

Olahan tradisional Gadung dicampur dengan parutan kelapa |Foto : Putu Nugraha Hardianta|

Singaraja, koranbuleleng.com| Pasar tradisional selalu menyajikan penganan tradisional yang sangat enak untuk dinikmati. Bahkan bisa jadi, di Pasar tradisional tersedia jajanan langka yang tidak bisa ditemui di resto modern. Salah satunya, Olahan kue basah yang disebut Jaje Gadung.

Ketut Muderasih merupakan satu-satunya pedagang yang menyediakan jenis jajanan olahan yang berasal dari Gadung di Pasar tradisional Desa Sangsit.

Menurut Ketut Muderasih, umbi gadung bisa menjadi pengganti tepung terigu untuk membuat kue. Semua itu melalui proses khusus dan cukup rumit, dikerjakannya pun harus oleh orang yang sudah terbiasa mengolahnya sebab Gadung mengandung racun dan ini dapat menyebabkan rasa pusing dan juga muntah – muntah, apabila tidak diolah dengan tepat.

“Umbi Gadung sebelum dikonsumsi atau dimasak, terlebih dahulu harus dihilangkan racunnya, karena dapat menimbulkan pusing, bagi yang memakannya, parahnya jika keracunan sampai muntah seharian,” ujarnya.

Dirinya mengaku, sudah puluhan tahun berjualan kue basah Gadung. Selalu ramai dan laris dikunjungi pembeli, biasanya untuk sekadar camilan. Bahan baku Gadung itu sendiri, dipasok dari luar desa.

“Sajian penganan Gadung yang saya jual ini selalu menarik simpati pembeli, Bahan Umbi Gadung dibeli dari luar desa. tergolong cukup langka sebab gadung dipanen saat berumur setahun, maka dari itu tak mungkin setiap hari bisa dicicipi., “ujar Muderasih.

Gadung mentah dibeli seharga Rp 20.000 perkilogram, harganya memang lebih mahal Gadung dibandingkan beras. Untuk jaje Gadung ini, Muderasih menjual dengan harga Rp.2.000 oerbungkusnya.

Cita rasa kenyal dari olahan Gadung yang dicampur dengan parutan kelapa muda ini sangatlah cocok disandingkan dengan kopi.|NH|

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here