Puasa Makan dan Minum, SURYA DAN PASS Jalani Tes Kesehatan

Singaraja, koranbuleleng.com | Pasangan bakal calon dari unsur perseorangan, Dewa Nyoman Sukrawan dan Gede Dharma Wijaya (SURYA) serta pasangan yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Nasdem, Putu Agus Suradnyana dan Nyoman Sutjidra menjalani tes kesehatan jasmani dan rohani di RSUD Buleleng, Minggu 25 September 2016.

Sebelum tes kesehatan berlangsung, kedua pasangan bakal calon ini diwajibkan untuk menjalani puasa makan dan minum sejak satu hari sebelumnya.

- Advertisement -

Terkait dengan puasa ini, seluruh bakal calon bupati dan wakil bupati Buleleng terpaksa harus merubah kebiasan selama satu hari sebelum dilakukan tes kesehatan karena sejumlah kewajiban yang harus dilakukan.

Pertama soal puasa, mereka harus berpuasa dari hari Sabtu malam pukul 20.00 wita sampai hari Minggu pukul 10.00 wita. Mereka terpaksa haru smerubah pola dan keinginan untuk makan dan minum. Makan dan minum baru bisa baru bisa dilakukan setelah BNN mengambil sampel untuk pemeriksaan.

Bakal calon bupati dari unsur perseorangan, Dewa Nyoman Sukrawan mengaku setiap harinya dirinya memang terbiasa tidak makan atau sarapan pada pagi harinya dan hanya minum saja sehingga tidak terlalu sulit untuk menjalankan puasa ini.

“Tapi kami juga diwajibkan untuk tidak kencing pada pagi harinya, biasanya kan tiap pagi baru bangun menuju kamar mandi untuk buang air kecil, ini tidak boleh. Saya keluarkan di rumah sakit setelah pengambilan sampel urin. Jadi keluarnya pun banyak,” ujar Sukrawan.

- Advertisement -

Putu Agus Suradnyana juga mengatakan hal sama, ada kebiasan-kebiasaan terpaksa tidak dijalankan menit-menit menjelang pemeriksaan kesehatan. “Kalau biasanya pagi hari sarapan pisang goreng, ngopi dan sebagainya terpaksa tidak bisa dilakukan itu saja. Tapi ini untuk kepentingan pemeriksaan, ya harus dijalani,”ujar agus Suradnyana.

Menurt Ketua tim pemeriksaan kesehatan, dr. Gede Wiartana, pemeriksaan dilakukan secara lengkap mulai dari bagian Telingan Hidung dan Tenggorokan (THT), Mata dan Gigi, Paru-paru, Jantung, ginjal serta tes narkotika yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional cabang Bali.

Menurut Ketua Tim Pemeriksa Kesehatan, dr. Gede Wiartana tim pemeriksa melibatkan tim dokter dan perawat dari RSUD Buleleng, Psikiater dari RSUP sanglah serta 3 orang Psikolog dari Himpunan Psikolog Indonesia Cabang Bali, serta enam orang petugas dari badan Narkotika Nasional.

Terkait dengan tes pemeriksaan naroba dari BNN, pihak BNN hanya mengambil sampel darah, rambut serta urin dan akan diuji di laboratorium BNN Bali. Hasil pemeriksaan diperkirakan baru akan selesai tanggal 28 September 2016.

“Seluruh organ tubuh diperiksa dan kami akan melakukan pleno setelah seluruh hasil pemeriksaan ini selesai. Kami perkirakan tanggal 28 september 2016 sudah ada hasilnya, dan hasil secara umum akan kami serahkan kepada KPU Buleleng,” ujar Wiartana disela-sela pemeriksaan kesehatan.

Sementara itu, Ketua KPU Buleleng Gede Suardana menjelaskan hasil pemeriksaan akan disampikan ke KPU buelleng dan bersifat umum. Hasil pemeriksaan ini menjadi pertimbangan apakah bakal calon bupati dan wakil bupati ini mampu atau tidak menjalani tugas sebagai kepala daerah.

“Dan kami dari Pihak KPU Buleleng sebagai penyelenggara hanya mendampingi, seluruh proses tes kesehatan bakal calon ini diselenggarakan oleh tim kesehatan dari RSUD Buleleng.”ujar Suardana.

Suaradana juga menyatakan seluruh peralatan dan perlengakapn medis dinilai sudah memadai sehingga pemeriksaankesehatan ini dilakukan di RSUD Buleleng. Kecuali terkait dengan pemeriksaan narkoba, seluruh sampelnya diuji di laboratorium milik BNN. |NP|

 

 

 

 

 

 

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts