Pendidik Dituntut Agar Lebih Kreatif dan Inovatif

Singaraja, koranbuleleng.com| Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng melakukan langkah strategis terkaitd engan penyesuaian kurikulum untuk Taman kanak-kanan (TK) melalui sebuah workshop Kurikulum Taman Kanak-Kanak 2013. Workshop terbuka ini dihadiri pendidik PAUD, kelompok bermain dan TK yang tersebar di 9 kecamatan di Kabupaten Buleleng. Tercatat, 100 orang guru TK mengikuti kegiatan yang diadakan diĀ  Melka Excelsior Lovina. Senin, 4 September 2016.

Kedepan, Kurikulum tahun 2013 wajib diterapkan di masing-masing lembaga Taman Kanak-Kanak di Kabupaten Buleleng, pemberlakuan ini mengacu kepada Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 yang digunakan sebagai standar pedoman pendidikan di tanah air. Materi pembelajaran guru Taman Kanak akan disesuikan dengan silabus atau materi kurikulum tingkat satuan pendidikan agar proses pembelajaran lebih terarah pada potensi anak di sekolah Taman Kanak-Kanak.

- Advertisement -

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd, saat membuka acara workshop mengatakan, setiap guru PAUD harus mempunyai kapasitas dalam mendidik anak-anak, karena gurulah yang akan membentuk karakter bagi siswanya.

“Guru merupakan kunci utama keberhasilan proses pendidikan di sekolah, guru sebagai tenaga pendidik memiliki peran dan kewajiban dalam membentuk karakter anak, disamping juga mengajarkan bagaimana cara berinteraksi, ini hal kecil namun jika tidak memiliki kemampuan, akan berakibat fatal bagi kelangsungan anak itu sendiri dalam menempuh jenjang pendidikan selanjutnya,” ucap Gede Suyasa.

Menurutnya, dalam dunia anak-anak, mereka cenderung meniru apa yang dilihat dan didengar, otak mereka harus dirangsang, maka pelatihan yang diadakan ini dirasa sangat penting untuk para pendidik di sekolah PAUD dan TK.

“Pelatihan yang diselenggarakan ini, sebagai langkah-langkah strategis agar para guru mampu mengikuti perubahan dengan mengubah pola pikir lebih terbuka terhadap perubahan, dalam kurikulum 2013 ini. Dalam kurikulum ini seorang guru harus mampu menjembatani kondisi ideal dan kondisi nyata dunia pendidikan misalnya dengan menciptakan metode pembelajaran dan berbagai karya serta penyediaan media permainan yang lebih kreatif, inovatif dan menyenangkan disesuaikan dengan kondisi anak didik itu sendiri, jika sudah demikian kami percaya pendidikan di Kabupaten Buleleng akan lebih baik dimasa mendatang,ā€terang Gede Suyasa.

- Advertisement -

Di tempat yang sama, tampak Bunda PAUD Kabupaten Buleleng Ny.Aries Suradnyana turut hadir didampingi oleh Ny.Janarti Sutrisna yang sekaligus mewakili Ketua GOPTKI (Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-kanak Indonesia) Kabupaten Buleleng.

Pada kesempatan tersebut, Dia mengucapkan terimakasih atas kinerja dan semangat para tenaga pendidik PAUD selama ini. Sehingga, Kabupaten Buleleng berhasil meraih penghargaan nasional setelah dirinya dinobatkan sebagai Bunda PAUD Berprestasi Tingkat NasionalĀ bersama 15 Bunda PAUD Provinsi dan 31 Bunda PAUD Kabupaten / Kota dari seluruh Indonesia.

“Ini semua tidak terlepas dari dukungan dan kerja keras berbagai elemen PAUD. Termasuk para tenaga pendidik, penghargaan yang telah kita raih hendaknyaĀ bisa kita pertahankan bersama-sama. Jika bisa, kita tingkatkan untuk menjadi lebih baik lagi,” ungkapnya.

Ny. Aries Suradnyana pun berharap guru PAUD di Kabupaten Buleleng dapat terus memberikan yang terbaik kepada para peserta didik. Sehingga, pendidikan anak usia dini di Kabupaten Buleleng semakin maju dan berkembang ke depannya.

“Melalui workshop yang diadakan ini, mudah-mudahan para tenaga pendidik PAUD/TK bisa terus memberikan pelayanan yang terbaik untuk anak didik mereka, apalagi profesiĀ seorang guru sangat mulia dalam rangka mencerdaskan anak usia dini,” pungkasnya.

Winda Sayeni peserta workshop, menuturkan sebelumnya kelemahan para guru Taman Kanak-kanak dalam menerapkan kurikulum pendidikan anak usia dini karena kurangnya penyelenggaraan pelatihan. Hal itu, jelas berdampak buruk bagi para guru Taman Kanak-kanak.

ā€œPengembangan kurikulum pendidikan anak usia dini ini sangat penting. Banyak hal yang bisa kami pelajari disini, seperti pengembangan tema pembelajaran, penyusunan KTSP,Ā  serta SOP Kurikulum 2013 PAUD yang sudah menjadi standar acuan nasional, untuk sekarang kurikulum 2013 tentang pendidikan anak usia dini sudah bisa dipelajari bersama, selanjutnya tinggal para guru menerapkan di lembaga Taman Kanak masing-masing,” terangnya. |NH|

 

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts