Warga Resah Dapat Titipan Beras, 10 Ton Beras Tanpa Dokumen Siap Edar ke Warga

Singaraja, koranbuleleng.com| Sebanyak 10 ton beras, dengan kantong bermerk BERAS BULOG dikirimkan secara misterius dan tanpa dokumen ke Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Sabtu 15 Oktober 2016 malam hari. Beras ini diturunkan dari sebuah mobil truk DK 9257 SI dipinggir jalan, dan belakangan warga mengetahui  penerimanya adalah Ketua Pengurus Kecamatan Partai Golkar Gerokgak, Kadek Suwastika alias Dek Po. Suwastika lantas menitipkan di rumah warga Wayan Sarmin.

Semula banyak versi informasi yang berkembang di Desa Banyupoh terkait dengan beras ini. Ada yang menduga ini beras illegal, karena dititipkan tanpa dokumen. Disisi lain karena bertepatan dengan proses tahapan verifikasi faktual, ada juga yang menduga 10 ton beras ini akan disebarkan ke warga pad atahapan akhir verifikasi faktual.

- Advertisement -

Berkembangnya isu tersebut membuat Wayan Sarmin resah. Dia takut terjadi apa-apa terhadap dirinya dan keluarganya. Sarmin juga merasa takut, jika beberapa kantong beras tersebut hilang maka dirinya yang harus mempertanggungjawabkan.

“Ini datangnya mendadak,langsung dititipkan di rumah. Untuk apa beras ini saya tidak tahu. Ada mobil truk yang menurunkan depan rumah, penerimanya Pak Dek Po menitip di rumah saya,” terang Sarmin.

Menurut Sarmin, beras itu datang pada Sabtu 15 Oktober 2016 pada pukul 20.00 wita. Dari berat 10 ton itu terbagi dalam 200 karung beras masing-masing berisi 50 kilogram. Sementara sopir truk yang menurunkan beras ini langsung kabur tanpa menunjukkan dokumen apapun. Polisi juga sudah memeriksa beras yang disimpan di rumah Wayan Sarmin. Karena ada pemeriksaan dari pihak kepolisian ini, Sarmin juga merasa sangat ketakutan.

“Menurut Pak Kadek Po hanya dititip sementara di rumah saya. Tapi surat-suratnya tidak ada. Saya juga agak kurang nyaman, karena dari semalam ada polisi yang datang ke rumah saya. Dari polsek, dari polres,” ujar Wayan Sarmin yang ditemui di rumahnya siang kemarin.

- Advertisement -

Dari informasi di BULOG, tidak mudah mengeluarkan beras sebanyak 10 ton. BULOG hanya mengeluarkan beras dalam jumlah banyak kepada mitra usahanya. Dan itupun, mitra usaha BULOG ini terlebh dahulu harus mengajukan permohonan ke Divre BULOG. Jika disetujui, permohonan itu oleh Divre BULOG barulah beras dalam jumlah banyak ini bisa dikeluarkan.

Sementara Kelian Banjar Dinas Karang Sari, Putu Suka Mahardika juga dibuat terkejut apalagi dia mengetahui pengiriman beras tanpa dokumen ini justru dari pihak kepolisian.

Suka Mahardika juga mengaku sebelumnya tidak pernah ada yang memberitahu perihal beras  BULOG ini. Dia mengaku kaget ketika melihat beras 10 ton tanpa dokumen dan tidak tahu siapa pemilik awalnya.

Tyang justru tahu dari pihak kepolisian. Saya juga kaget melihat beras sebanyak ini. Belakangan saya dengar, beras ini milik Pak Kadek Suastika. Tyang hubungi beliau, minta penjelasan kok ada beras turun di Karang Sari kok nggak konfirmasi ke kelian dinas. Beliau mengatakan tidak tahu kalau beras itu datang pada hari sabtu. Katanya beras ini akan didistribusikan pada saat Safari Kesehatan HUT Partai Golkar,” terang Suka Mahardika.

Ketua PK Partai Golkar Gerokgak Kadek Suwastika |Foto : Nova Putra|
Ketua PK Partai Golkar Gerokgak Kadek Suwastika |Foto : Nova Putra|

Sementara itu Ketua Pengurus Kecamatan Partai Golkar Gerokgak, Kadek Suwastika mengakui kalau beras tersebut dirinya yang menerima.

Beras itu akan didistribusikan pada saat safari kesehatan HUT Partai Golkar di akhir Oktober 2016, setelah verifikasi faktual. Suwastika yang akrab dipanggil Dek Po juga mengakui kalau beras sebanyak 10 ton tersebut tanpa dokumen. Dari kepolisian juga sudah memeriksa itu termasuk meminta keterangan dirinya. Suwastika menyatakan, dirinya tidak akan membagikan beras tersebut sebelum ada dokumen yang resmi.

Keterangan lain Suwastika, beras itu dikirimkan dari DPD I Partai Golkar Bali. “Informasi dari DPD II Golkar Buleleng, beras itu dari DPD I Bali. Saya diminta menerimanya di Desa Banyupoh. Rencananya akan dibagikan pada saat Safari Kesehatan HUT Partai Golkar ke empat desa. Tapi desa mana saja, kami harus rapatkan dulu,”terang Suwastika.

Suwastika sengaja menitipkan di rumah Wayan Sarmin karena tempatnya lebih luas dibandingkan di gudang miliknya. Kadek Suwastika membantah bahwa pendistribusian itu terkait dengan gerakan politik dalam tahapan verifikasi faktual.

“Oh tidak, tidak ada hubungannya dengan verifikasi faktual. Kita hanya pendukung saja, tidaklah sampai sejauh itu sampai harus mengedarkan beras ke warga. Kalau calon kan independen. Jadi bukan dalam rangka itu (verifikasi faktual,red) ,” terang Suwastika|NP|

 

 

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts