Ayo Perangi Narkotika, Jauhi Seks Bebas

Singaraja, koranbuleleng.com | Peredaran narkotika sudah sangat merajalela, ini memicu meningkatkan kasus HIV/AIDS selain karena dipicu pergumulan seks bebas. Salah satu upaya untuk menekan laju peredaran narkotika serta seks bebas yakni membangun kelompok-kelompok siswa Peduli Aids dan Narkoba (KSPAN) dan selanjutnya dilombakan guna memicu kreatifitas dalam penanggulangan HIV/AIDS. Kelompok-kelompok pemuda ini yang bisa diandalkan untuk perang terhadap bahaya narkoba dan seks bebas.

Pelaksana tugas Bupati Buleleng Ir. Made Gunaja, M.Si mengajak kaum Remaja Khususnya Warga Sekolah SMA N 1 Gerokgak untuk memerangi peredaran Narkoba dan Seks Bebas. Demikian diserukan Plt Bupari Made Gunaja saat menghadiri sekaligus membuka penilaian Lomba Kelompok Siswa Peduli Aids dan Narkoba (KSPAN), di Aula SMA N 1 Gerokgak, Kamis 17 Nopember 2016.

- Advertisement -

Peredaran barang haram tersebut, terbilang sudah menyeluruh dan sangat mengancam generasi muda. Apalagi para pengguna narkoba tidak hanya dilakukan orang berduit saja, tetapi juga para pemuda dan siswa sekolah. “Penyalahgunaan narkoba setiap tahunnya terus meningkat,” ungkapnya.

Lebih lanjut,  Made Gunaja menegaskan narkoba ini pada akhirnya akan memberikan ancaman tersendiri bagi semua pihak. Semua pihak, khususnya masyarakat dan generasi muda untuk berani memerangi peredaran narkoba itu agar menjaga hal-hal yang mungkin bisa terjadi. Semua masyarakat harus berani menyatakan perang terhadap peredaran narkoba.

“Minimal melaporkan langsung kepada aparat keamanan jika melihat ada yang mencurigakan atau mengetahui peredaran narkoba,” tegasnya.

Made Gunaja mengungkapkan Pemkab Buleleng telah membuat kebijakan bahwa mulai dari tamat SD siswa telah mendapat materi dari KSPAN mengenai bahaya HIV/AIDS dan narkoba. Kebijakan ini diambil agar betul-betul siswa yang menginjak remaja mendapat bekal untuk menapaki masa remaja ke dewasa. “Kami berharap kreativitas dan inovasi dari anak-anak KSPAN untuk bisa bagaimana sebaran informasi sampai ke pelosok-pelosok atau masyarakat. Kita gelorakan mulai dari sekolah,” tutupnya.

- Advertisement -

Ketua Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bali yang juga pemimpin Tim Penilai, Drh. Made Suprapta, MM menjelaskan lomba ini bertujuan untuk memberikan informasi serta pemahaman kepada remaja tentang dampak pergaulan bebas remaja saat ini agar terhindar dari HIV/AIDS dan narkoba.

“Ada banyak kriteria dalam lomba ini. Salah satunya adalah bagaimana siswa KSPAN bisa menularkan dan mejelaskan bahaya HIV/AIDS dan narkoba tidak hanya di dalam kelompok saja melainkan juga kepada lingkungan sekitar,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Gerogak, Ketut Wijana menjelaskan Berbagai persiapan telah dilakukan oleh pihak sekolah seperti pengembangan KSPAN sendiri dengan kegiatan intern dan ekstern. Internal melibatkan semua siswa, guru, pegawai, satpam dan seluruh warga sekolah diberikan pemahaman tentang pentingnya kegiatan KSPAN ini  dan ekstern seperti sosialisasi kepada sekolah imbas yaitu SD, SMP, SMA, dan bekerjasama dengan instansi – intansi yang terkait seperti Polsek dan Puskesmas.

“Sehingga nanti anak – anak yang akan diberikan tugas bisa memberikan dampak positif ke sekolah lain untuk memberikan pemahaman,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Gede Suyasa mengungkapkan Buleleng memilih SMAN 1 Gerokgak sebagai duta Buleleng untuk KSPAN karena pergerakan akademis sekolah ini semakin dinamis.

“Kita berharap dari tahun ke tahun semakin baik, dari sisi kultur semakin kondusif, dari sisi lingkungan semakin tertata rapi, serta siswa-siswi disini bisa berkampanye hidup sehat dan anti narkoba bisa menjadi membudaya di sekolah ini,” ujar Suyasa.

Kedepan, kata Suyasa pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait supaya nilai-nilai positif terkait dengan penanggulangan narkoba serta kegiatan lain tetap stabil.

Lomba Penilaian KSPAN ini juga diramaikan dengan atraksi pertunjukan silat dari siswa-siswi setempat. Olahraga bela diri tradisional silat bisa menjadi salah satu media untuk memerangi peredaran narkotika serta seks bebas. Siswa bisa menjadi lebih sehat dan kreatif jika mengikuti ekstrakurikuler seperti ini. |NP|

 

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts