Mau yang Murah? Ini Nasi Lawar Cuma Rp 6.000

Nasi Lawar khas Bali hanya seharga Rp.6.000. Yang mau, silahkan datang pagi hari di sebelah selatan taman Kota Singaraja |Foto : Nova Putra|

Singaraja, koranbuleleng.com| Jika berbicara tentang nasi lawar, tentu yang pertama terpikirkan adalah mengenai harganya yang lumayan. Kisarannya mungkin rata rata diatas Rp 10.000. Namun kenyataan itu kini sudah termentahkan. Tidak percaya?

Silahkan saja datang dan kunjungi Taman Kota Singaraja setiap pagi. Dilokasi parkir yang ada di sebelah selatan taman kota akan menjawab semua keraguan. Ya disana ada sebuah mobil pick up yang terparkir untuk menjajakan nasi lawar dengan harga yang cukup murah.

Disana, kita bisa menikmati makanan nasi lawar dengan harga Rp 6.000 saja. Kalau melihat dari harganya, tentu menunya akan berbeda dengan nasi lawar yang harganya kisaran di atas Rp 10.000. Menunya cukup sederhana, hanya nasi dengan lauk lawar, gorengan, dan ayam sambel bawang yang dibungkus dengan daun pisang.

Suasana pembeli nasi lawar. Nasi lawar seharga Rp.6.000 ini cocok untuk sarapan pagi |Foto : Nova Putra|

Namun jangan khawatir, dengan nasi dan menu itu sudah menbuat perut kita terasa kenyang. Kalaupun merasa tidak cukup dengan lauk didalamnya, warung sederhana itu juga menyedikan sate dan tum babi seharga seribu rupiah, serta pepes babi dengan harga dua ribu rupiah saja perbijinya.

Kalaupun kita ingin makan ditempat, pedagang juga telah menyiapkan sebuah piring anyaman atau yang kita kenal dengan ingka. Warung nasi lawar itu memang belum lama ini berdagang disana. Ketut Dharmayasa yang memiliki warung itu baru memulai usahanya itu sekitar tiga bulan yang lalu.

Dalam sehari, ia biasanya membawa nasi bungkus lawar itu sebanyak 70 hingga 80 bungkus dalam seharinya. Bahkan pada hari hari tertentu terutama saat hari libur, Ia biasanya membawa hingga 100 bungkus untuk sehari.

“Kalau hari hari biasanya sih biasanya jam 11 siang sudah habis pak. Tapi kalau pas hari minggu atau hari libur saya bawa lebih, dan itu juga habis semua. Paking siang habisnya sampai jam 1 siang,” Ujar Dharmayasa.

jika tanpa lawarpun, pembeli bisa menikmati nasi jinggo dengan menu ayam sisit dan rasa sambal yang mak nyos|Foto : Rika Mahardika|

Ketut Dharmayasa dalam menjalani usaha dagangnya itu mengaku tidak mengambil keuntungan yang besar. Apalagi ia menyadari bahwa usahanya itu baru saja dimulai. Ditambah lagi dengan persaingan pedagang yang kini semakin banyak bermunculan.

“Biasanya dalam sehari itu mudalnya sekitar Rp 700 ribu sampai Rp 800 ribu, keuntungan yang saya dapat dari berjualan sehati sebesar Rp 100 ribu saja, itu sudah bersih, karena saya juga harus membayar satu orang tenaga tambahan,” akunya.

Membuka usaha dagang nasi lawar ini bisa terbilang keputusan yang nekat yang diputuskan oleh Dharmyasa. Apalagi sebelumnya Ia tidak pernah memiliki basic dalam hal dunia dagang. Ini murni ia lakukan hanya untuk bisa menghidupi keluarganya.

“Sebelumnya saya kerja sebagai sales air mineral. Tapi karena saya rasa penghasilan disana masih kurang, saya coba berdagang. Saya nekat saja, tapi hasilnya lumayan juga. Dan saya juga sudah selesai bekerja dan memutuskan fokus untuk berdagang saja,” imbuh Dharmayasa.

Walaupun baru berusia beberapa bulan, namun Warung Nasi Lawar itu sudah menjadi langganan sejumlah masyarakat di Kota Singaraja. Keut Wiratmaja salah satunya. Ia bahkan sengaja setiap pagi menyempatkan untuk mampir di warung tersebut untuk sarapan sebelum melakukan aktivitas pekerjaan rutin di pagi hari.

“ini baru makanan merakyat. Murah meriah tapi rasanya tetap enak,” ujar Wiratmaja.

Walaupun demikian, banyak pula yang berbelanja nasi lawar itu hanya untuk mencoba, karena memang baru mengetahui keberadaan warung itu.

Ricky Mahaputra yang sedang berada di Taman Kota Singaraja, merasa penasaran karena warung itu ramai dikunjungi banyak orang. Ia memutuskan untuk mencoba makanan tersebut.

“Rasanya enak, satenya juga enak karena disajikan masih hangat. Kalau untuk ukuran yang harganya hanya enam ribu, porsi segini lumayan lah untuk membuat kenyang perut hanya untuk sarapan,” ungkapnya.|RM|

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here