Batu “Raksasa” dari Rumah Wikarsa Belum Bisa Dipindah

Singaraja, koranbuleleng.com | Keluarga Made Wikarsa kini hanya bisa pasrah, pasca musibah longsornya batu berukuran “raksasa” yang menerjang rumah miliknya pada Kamis, 12 Januari 2017 lalu. Batu raksasa itu sampai saat ini masih terlihat kokoh menutup kamar tidur keluarga malang yang tinggal di Banjar Dinas Ceblong, Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng.

Wikarsa berniat untuk meminta bantuan ke pihak krama dadia (kelompok keluarga) Agung Pasek Gelgel Jero Sudaji yang berjumlah sekitar 300 kepala keluarga untuk melakukan gotong royong massal. Hal tersebut dikarenakan, selama ini usaha yang dilakukannya untuk menyingkirkan batu raksasa itu selalu gagal karena terbentur minimnya tenaga dan peralatan pemecah batu.

- Advertisement -

Wikarsa pun menyebut, alat berat tidak dimungkinkan didatangkan lantaran lokasi itu berada di lereng perbukitan hingga sangat sulit untuk dijangkau.

“Sejak kemarin berusaha untuk memecah batu besar ini. Dikerjakan secara manual bersama keluarga dan beberapa tetangga, memakai palu dan linggis. Namun batu ini terlalu kokoh. Sepertinya kami butuh beberapa alat palu godam untuk memecahnya,” ujar Wikarsa, Minggu, 15 Januari 2017.

Praktis upaya pemindahan pasca terjadinya longsor hanya sebatas memindahkan sisa-sisa material tanah timbunan tanah dan batu-batu yang berukuran kecil.

“Pagi ini kami hanya membersihkan tanah dan menyingkirkan beberapa batu kecil yang masuk ke dalam rumah,” terangnya.

- Advertisement -

Kemudian ia pun berniat mendatangkan tukang pemukul batu, khusus untuk segera menyingkirkan batu raksasa tersebut. Namun rencana itu membutuhkan biaya yang cukup tinggi. Hingga ia pun kini hanya bisa pasrah berharap uluran tangan dari pihak dadia Agung Pasek Gelgel Jero Sudaji serta pemerintah.

Klian dadia Agung Pasek Gelgel Jero Sudaji, Gede Suharsana ketika ditemui dirumahnya membenarkan hal tersebut. Sehari pasca terjadinya longsor Made Wikarsa yang merupakan salah satu anggota dadia datang menemuinya.

“Wikarsa datang untuk meminta solusi, secepatnya kami akan lakukan rapat mencarikan solusi terbaik,” ujar Suharsana.

Menurut rencana, bakal dilakukan evakuasi menyeluruh terhadap timbunan material longsor, terutama batu raksasa yang menerjang rumah milik keluarga Wikarsa diperkirakan akan memakan waktu lebih dari sepekan, dengan catatan tidak turun hujan.

Warga dadia berencana melakukan gotong royong. Namun mereka masih diliputi rasa was-was, jika hujan turun akan terjadi longsor susulan. Pasalnya jarak titik longsor dan rumah yang dihuni oleh keluarga Wikarsa tergolong dekat hanya sekitar 30 meter.

“Sementara ini keluarga Wikarsa dibantu dana sebesar Rp. 1,5 juta dari suka duka krama dadia. Namun, jika mendatangkan tukang spesial untuk memecah batu, mungkin biaya yang dikeluarkan pastinya cukup besar yakni sekitar Rp 4 juta. Belum lagi Wikarsa harus memperbaiki rumahnya yang hancur,” pungkasnya. |NH|

 

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts