Ini Alasan Lanang Botak Dukung PASS

Singaraja, koranbuleleng.com | Beberapa agenda kampanye PASS di Buleleng, selalu diramaikan dengan aksi panggung dari grup band Lolot. Bahkan dalam beberapa kesempatan, band Bali bergenre Rock Alternatif ini selalu pula mengumandangkan salam dua jari. Basisnya, Lanang botak adalah warga Buleleng yang secara tegas mendukung pasangan PASS untuk kembali memimpin Buleleng.

Panggung terakhir yang digebrak Lolot saat PASS berkampanye yakni di Sasana Budaya, Singaraja , beberapa waktu lalu. Pendukung PASS dan Lolot berbaur menjadi satu. Calon Bupatinya, Putu Agus Suradnyana juga juga setiap saat melakukan jam session bersama Lolot.

- Advertisement -

Tetapi jika mengingat masa lalu, Lolot pernah vakum cukup lama, dan masing-masing personilnya akhirnya berjalan sendiri-sendiri dalam berkarya. Kurang lebih, hampir tujuh tahun Lolot vakum dari panggung musik di Bali.

Namun tiba-tiba saja, Lolot justru tampil bersama lagi saat Buleleng Festival beberapa tahun lau. Di even ini, Lolot dengan personil lama, Made Bawa, Lanang Botak dan Doni kembali menggebrak panggung musik Bali. Dari sini, Lolot akhirnya terus berkibar hingga kini menjadi lebih kuat dan besar.

Lanang Botak mengakui bahwa kembalinya Lolot dalam satu grup adalah berkah. Dan banyak yang tidak tahu, dibalik kembalinya Lolot ada tangan Putu Agus Suradnyana yang ikut memberikan saran dan inspirasi supaya Lolot kembali menjadi salah satu band kebanggaan Bali.

“Saya tidak pernah berpikir, justru seorang Agus Suradnyana yang punya mimpi supaya kami kembali bisa bersatu. Saat itu, kami sudah vakum dan jalan masing-masing dan sudah besar juga dnegan project masing-masing. Tetapi Pak Agus mengatakan jika kamuingin lebih besar lagi dari sekarang, maka Lolot harus kembali seperti dulu. Ternyata benar,  dari sisi jumlah fans, project serta album justriu sekarang Lolot semakin membesar,” cerita Lanang Botak dalam satu kesempatan.

- Advertisement -

Dari situ, Lanang meyakini pasangan PASS adalah sosok pemimpin yang memang peduli dan mencintai seni, baik seni musik, tradisional maupun  modern. Lanang mengaku, jarang ada pemimpin yang bisa peduli dan mencintai seni dan budaya.

Di Buleleng, kata Lanang kini banyak yang sudah mengetahui bahwa potensi seni dan budaya di Buleleng sangat beragam karena digali melalui even-even budaya. Ini dihidupkan melalui ajang festival-festival yang kini mulai terselenggara hingga ke pelosok desa dan kecamatan.

“Bulfest itu menjadi cikal bakal upaya pelestarian seni dan budaya Buleleng sehngga banyak dikenal oleh masyarakat Bali dan Indonesia.  Kulinernya sekarang banyak juga dikenal dan dicari kan?,” terang Lanang.

Lanang mengaku satu visi dengan PASS soal upaya pelestarian dan pengembangan seni dan budaya. Karena itu, Lanang Botak juga membuat lagu secara khusus bagi PASS yang berjudul “PASS Gelah Ajak Mekejang”.

Menurutnya, tidak ada cerita khusus dibalik penciptaan lagu ini. Ide itu mengalir saja saja karena kedekatan dirinya secara emosional dan psikologi dengan Putu Agus Suradnyana.

“Mengalir begitu saja. Saya satu visi soal seni jadi tercipta lagu seperti itu. Karena kedekatan saja, beliau orang yang selalu terbuka jika diberi saran dan masukan, selalu wellcome. Dia itu selalu dengan masyarakat seperti  kita.” pungkas Lanang. |NP|

 

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts