Warga Tembok Resah Empat Pria Tak Dikenal Berkeliaran Misterius

Ratusan warga Dusun Sembung, Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, berkumpul di balai dusun setempat, setelah tersiar kabar empat pria bercadar menyantroni rumah keluarga Nyoman Suganda (42) pada Selasa, 17 Januari 2017. |Foto : Nugraha Hardiyanta|

Singaraja, Koranbuleleng.com| Masyarakat Desa Tembok, Kecamatan Tejakula kini dilanda keresahan menyusul adanya informasi empat pria bercadar yang menanyakan keberadaan seorang anak kecil. Keresahan itu semakin menguat ketika mereka mendengar kabar telah terjadi upaya penculikan anak di wilayah Desa Tianyar, Kecamatan Kubu, Karangasem. Hingga kehadiran empat pria bercadar itu pun kemudian sempat dicurigai hendak melakukan penculikan di wilayah desa Tembok.

Menurut informasi, keresahan warga bermula dari kehadiran empat pria tak dikenal dengan wajah tertutup pada Selasa, 17 Januari 2016. Warga setempat pun mencurigai empat pria tidak dikenal itu hendak menculik anak. Hal tersebut dikuatkan setelah keempat pria tak dikenal itu sempat memasuki halaman rumah milik Nyoman Suganda (42) warga Dusun Sembung, Desa Tembok. Saat memasuki rumah, keempat pria tidak dikenal itu sempat menanyakan keberadaan anak kecil di rumah tersebut.

Menurut keterangan Luh Srinadi (40), keempat pria misterius itu memasuki rumahnya pada Selasa, 17 Januari sekitar pukul 14.00 wita. Saat itu, rumah sedang dalam keadaan sepi dan situasi hujan deras. Hanya dia bersama ketiga anaknya, Ketut Artawan (11), Nengah Gunarsana (6), dan Nyoman Manik (3) yang ada di rumah, sedangkan suaminya kebetulan saat itu sedang tidak ada rumah.

Sepintas ia melihat keempat pria tidak dikenal itu diketahui memakai jas hujan, dengan mulut tertutup kain, karena saat itu tengah hujan deras. Ketika itu, ia sedang mengambil jemuran di halaman rumah, dari arah selatan tiba-tiba muncul empat pria tidak dikenal dan mendadak berhenti di halaman rumahnya.

Melihat kehadiran keempat pria tidak dikenal itu, Luh Srinadi sempat menghampiri dari jarak beberapa meter. Saat itulah, salah seorang dari empat pria tidak dikenal itu menanyakan keberadaan seorang anak kecil. Begitu mendengar pertanyaan itu, Luh Srinadi langsung lari ke dalam rumah sambil meraih ketiga anaknya yang sedang bermain di beranda rumah.

“Karena saya takut, apalagi ada kabar keadaan sedang gawat. Orang itu semuanya bercadar, saya tidak kenal dan membawa karung. Mereka menanyakan anak kecil. Saya pun langsung lari ke dalam rumah dan mengunci pintu rapat-rapat,” kata Luh Srinadi saat ditemui di rumahnya Rabu, 18 Januari 2017.

Kemudian, dari dalam rumah ia pun mengintip keempat pria tidak dikenal itu yang masih berdiri di halaman rumah dari celah jendela. Ia mendengar, keempat pria bercadar itu seperti sedang berembug. Namun tidak tau entah apa yang mereka bicarakan. Berselang beberapa menit, keempat pria misterius itu pun kemudian meninggalkan pekarangan rumah dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak menuju rerimbunan kawasan hutan Buleleng.

Ngintip tiyang uling di tengah. Nak muani jake papat megedi beneng kauh. Terus tiang ngalih tetangga, ngorahin unduke. (Saya ngintip dari dalam kamar. Pria tidak dikenal langsung pergi ke arah barat. Saya terus nyari tetangga menceritarakan kejadian itu,),” ungkap Srinadi.

Sore itu, cerita pun berkembang pesat dari mulut ke mulut, sehingga sekitar pukul 15.00 wita terdengar bunyi kulkul bulus hingga warga keluar rumah sambil melengkapi diri dengan senjata tajam.

“Karena ada orang tidak dikenal masuk wilayah kami tanpa tujuan jelas, maka warga berjaga-jaga. Katanya memang ada suara kulkul. Tapi saat itu saya tidak ada di desa, saya sedang ada urusan di Kota Singaraja. Saya tahu ceritanya karena ditelpon warga, dan saya sudah tanyakan kepada keluarga Nyoman Suganda,” ujar Kepala Dusun Sembung, Nengah Budiarka.

Sementara itu, Kapolsek Tejakula AKP Mangku Putu Yasa saat dikonfirmasi menegaskan, keresahan warga di Desa Tembok itu muncul karena adanya isu penculikan. Namun ia memastikan kejadian penculikan tidak pernah ada di wilayah hukumnya. Kendati demikian, pihaknya sudah menyikapi dengan pengumpulan informasi sementara di lapangan.

“Tidak ada kasus penculikan, ini karena isu yang berkembang lewat Medsos dan dari mulut ke mulut, akhirnya ramai dibicarakan warga. Tapi dari pihak kepolisian tetap meminta warga tenang, dan tetap menjaga wilayahnya masing-masing,” terangnya. |NH|