Sumardhana Merasa Tak Dihargai Hanura

Ketut Sumardhana

Singaraja, koranbuleleng.com | Perjuangan Ketut Sumardhana untuk mempertahankan jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Buleleng tamat. Surat Keputusan (SK) Gubernur Bali untuk penggantian jabatan dirinya sudah terbit. Sumardhana pun merasa kecewa, lantaran perjuangannya untuk membesarkan Partai Hanura di kabupaten Buleleng tidak dianggap.

Surat Keputusan (SK) Gubernur Bali No. 717/01-A/HK/2017 tentang Peresmian Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Ketua DPRD Buleleng masa bakti 2014-2019 sudah terbit tertanggal 14 Februari 2017. Dalam SK itu disebutkan meresmikan pemberhentian dengan hormat Ketut Sumardhana SH.MH sebagai Wakil Ketua DPRD Buleleng. Dalam SK juga disebutkan untuk meresmikan pengangkatan Ketut Wirsana SH sebagai Wakil Ketua DPRD Buleleng.

Menyikapi terbitnya SK itu, Badan Musyawarah (Banmus) menggelar rapat penyusunan agenda anggota dewan, salah satunya mengagendakan Rapat Paripurna Istimewa untuk Peresmian, Pemberhentian, dan Pengangkatan Wakil Ketua DPRD Buleleng yang rencananya akan berlangsung Senin, 20 Maret 2017 mendatang.

Politisi dari Desa Bungkulan Kecamatan Sawan ini menyerahkan sepenuhnya kondisi yang terjadi kepada masyarakat, untuk memberikan penilaian.

“Sah sah saja, sekarang masyarakat saja yang menilai seperti apa. Masyarakat tahu siapa yang membesarkan Partai Hanura di Buleleng itu adalah saya. Kalaupun pusat hingga daerah arif dan bijaksana ingin membesarkan Partai Hanura, janganlah begitu, paling tidak koordinasi dululah sama saya,” jawab Sumardhana.

Kekecewaan Sumardhana karena pergantian dirinya dari jabatan Pimpinan DPRD Buleleng, seolah olah tidak mempertimbangan prestasinya dalam perolehan suara Partai Hanura di Buleleng. Dirinya maju pertama kali menjadi anggota legislatif, namun berhasil memperoleh ribuan suara dan menempatkannya sebagai Wakil Ketua DPRD Buleleng.

“Saya mendapatkan delapan suara di PAC dari Sembilan yang ada, kalau dengan begini caranya, seolah olah kinerja saya tidak diakui membesarkan Partai Hanura. Saya kan baru pertama kalinya maju, dan berhasil memperoleh posisi sebagai pimpinan Dewan. Kenapa ini tidak dipertimbangkan,” ujarnya kesal.

Disisi lain, jika sudah ada pergantian, Sumardhana digantikan oleh Ketut Wirsana untuk menduduki jabatan baru sebagai Wakil Ketua Dewan. Sementara posisi Wirsana terdahulu sebagai Ketua Komisi IV akan kosong. Peluang Ketut Sumardhana untuk posisi Ketua Komisi IV juga sangat kecil karena informasinya DPC Partai Hanura Kabupaten Buleleng justru telah menyiapkan nama lain sebagai Ketua Komisi IV DPRD Buleleng yakni, Gede Wisnaya Wisna. |RM|