Tanaman Buah Bergeser Jadi Media Rehabilitasi Hutan, Buleleng Dilirik Pemerintah Pusat

Singaraja, koranbuleleng.com | Tanaman buah-buahan, sebagai tanaman produktif dalam pertanian dan perkebunan kini bergeser menjadi media rehabilitasi dan penghijauan lingkungan. Program ini sedang digenjot oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Buleleng sebagai salah sau daerah yang mempunyai potensi pertanian dan perkebunan pada bagian hulu, seperti pembibitan tanaman dilirik oleh Kementerian itu.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Dr. Ir. Siti Nurbaya, M.Sc bahkan secara senagaja jauh-jauh dari Jakarta ke Buleleng menengok sebuah pembibitan tanaman pertanian perkebunan di Desa Sinabun milik warga Desa Sudaji, gede Sukra Suarnaya.

Pergeseran pola penghijauan dengan mennanam tanaman produktif ini diyakini justru akan sangat bermanfaat besar bagi masyarakat.  Karena itulah, mulai tahun ini Pemerintah mengoptimalkan penyedian bibit buah khas di berbagai daerah melalui kebun bibit rakyat dan juga di lokasi-lokasi penyemaian atau pembibitan milik perorangan. Masyarakat umum akan didorong untuk belajar melkaukan pembibitan secara masip sehingga pemenuhantanaman produktif untuk kepentingan rehabilitasi dan penghijauan bisa terpenuhi.

Menurut Siti Nurbaya, Buleleng diketahui sebagai daerah yang memiliki hutan rakyat sangat maju, lahannya maish sangat luas dan keanekaragaman tanaman juga masih banyak sehingga daerah-daerah di Buleleng masih cukup asri.

Nurbaya mengatakan untuk menyiapkan bibit yang akan diperlukan, pemerintah masih menyiapkan pembibitan melalui kebun bibit rakyat yang didanai dari pemerintah. Selain itu, penyiapan bibit dari kelompok petani penangkar bibit buah lokal akan dioptimalkan. Pola ini diyakini selain untuk menjaga kelestarian hutan, namun masyarakat mendapatkan manfaatnya dari produksi buah yang dihasilkan.

“Jadi jangan terkejut nanti dalam program rehabilitasi hutan dan lahan akan kita tanam bibit buah lokal seperti di Buleleng terkenal dengan mangga golek, durian, dan buah lain. Kalau pembibitan oleh pemerintah itu satu provinsi bisa satu juta pohon dan nanti akan ditambah dari usaha pembibitan milik perorangan,” katanya.

Sejalan dengan pemanfaatan bibit buah lokal untuk gerakan rehabilitasi hutan dan lahan, pemerintah mendorong petani penangkar bibit mengembangkan pembibitan dengan optimal. Bukan saja memanfaatkan produksi bibitnya, akan tetapi keterampilan dalam menangkarkan bibit buah berpeluang menciptakan usaha yang menjanjikan.

Petani penangkar bibit ini pun diminta untuk menyebarkan ilmunya kepada masyarakat lain, sehingga penangkaran bibit akan semain bertambah dan mampu memenuhi kebutuhan bibit yang semakin banyak.

“Di penangkaran di Sinabun ini macam tanaman banyak dan tehniknya sederhana. Saya kira ini akan kita kembangkan terus dan harapannya petani penangkar membagi ilmunya, sehingga lebih banyak lagi muncul petani penangkar buah, sehingga kebutuhan bibit akan terpenuhi dengan optimal,” jelasnya.

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan, sejalan dengan kebijakan pemerintah tahun ini pihaknya focus mengembangkan potensi pertanian. Usaha penanaman berbagai jenis buah di daerahnya akan dioptimalkan.

Selain mengembangkan yang sudah ada, pihaknya membudidayakan buah asli Buleleng yang terancam punah. Jenis buah itu adalah Mangga tikus. Kedatangan Mentri LHK dan rombongan ke Buleleng dimanfaatkan agar pemerintah pusat membantu pengembangan Mangga Tikus yang  terancam punah tersebut.

“Sesuai dengan kebijakan kita ke depan bagaimana pertanian ini akan digarap. Masalah pembibitan buah lokal ini sudah saya sampaikan agar dibantu membudidayakan. Seperti yang sudah disampaikan membangun itu perlu kerjasama dan membangun koneksi seperti dengan mengundang Ibu Mentri untuk membantu dalam pengembangan pertanian,” jelasnya.|NP|