Dharma Santhi Ajak Pendidik Berikan Pendidikan Yang Memanusiakan Manusia

Dharma Santhi yang mengambil tema Mulat Sarira, mewujudkan pendidikan sanatana dharma juga diisi Dharma Tula oleh Ida Pandita Mpu Jaya Acharya. |Foto : Nova Putra|

Singaraja, koranbuleleng.com | Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Buleleng menggelar Dharma Santhi menyambut Hari Suci Nyepi tahun Saka 1939 di Gedung Kesenian, Singaraja, Jumat 7 April 2017. Dharma Santhi yang mengambil tema Mulat Sarira, mewujudkan pendidikan sanatana dharma juga diisi Dharma Tula oleh Ida Pandita Mpu Jaya Acharya.

Ida Pandita Mpu Jaya Acharya sempat memberikan pencerahan bahwa pendidikan itu harus mampu memanusiakan manusia, membangun karakter yang baik bagi manusia itu sendiri sehingga mampu bersaing secara baik di era modern sekarang ini. Ketika bericara masalah kompetisi, manusia harus mampu menampilkan tiga modal dalam hidupnya atau human capitalnya.

“Modal manusia itu berupa physical capital atau Sarira, tubuh ini, yang mudah terbakar. Dia adalah komponen penyusun pasif tidak berarti apa-apa ketika tidak ada psikis atau dunia mind. Modal kedua pysicis capital atau dalam agama hindu disebut budi, manah dan ahamkara. Modal berikutnya spirit capital sebagai yang paling puncak. Manusia ideal harus memperankan tiga kapital itu hingga siap berkompetisi.” Terang Ida Pandita Mpu Jaya Acharya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga, Gede Suyasa mengatakan tujuan penyelenggaraan dharma santhi ini adalah untuk membangun kesadaran, hasil dari kontemplasi atau introspeksi diri selama melakukan tapa brata penyepian di Hari Suci Nyepi tahun Saka 1939.

Sehingga diharapkan, umat hindu bisa membawa kejernihan dan semangat baru menghadapi tahun baru dengan tugas serta tahapan yang baru pula.

“Disinila kita mulat sarira. Mulat sarira, mewujudkan pendidikan sanatana dharma, mewujudkan pendidikan yang langgeng berjalan sepanjang hayat, juga terbangun hubungan yang harmonis dan kehidupan yang damai.” Kata Suyasa.

Dharma Santhi ini diikuti oleh sejumlah PNS dari lingkungan Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Buleleng mulai dari guru, kepala sekolah, hingga jajaran pengawas sekolah di seluruh Kabupaten Buleleng serta seluruh pimpinan OPD Kabupaten Buleleng.

Hadir dalam dharma santhi ini juga pasangan Bupati dan Wakil Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana dan Nyoman Sutjidra. Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana sempat membuka dan memberikan sambutan cukup positif untuk penyelenggaraan dharma santhi ini.

Menurutnya, Dharma santi ini tidak bisa terlepas dari nilai-nilai keagamaan sehingga sangat baik untuk dilaksanakan. “Dharma Santi ini merupakan kegiatan yang sangat baik bagi seluruh lapisan masyarakat terlebih lagi dengan tema yang diambil mulat sarira, dimana mulat sarira ini tidak bisa terlepas dari nilai-nilai keagamaan,” Tutur Bupati PAS

Bupati juga mengutarakan masyarakat harus mengetahui perbedaan antara  Sanatana dengan Nutana, yang harus berjalan serasi dalam kehdiupan manusia.

“Lebih awal kita harus tahu dlu perbedaan antara Sanatana dharma dengan Nutana Dharma, dimana dalam kehidupan kita tidak bisa lepas dari Nutana Dharma yang artinya pendidikan yang kekinian atau cara hidup untuk meraih kesejahtraan,” terangnya. |NP|