Lomba Ngelawar di TLF, Bukan Sekedar Melestarikan Kuliner Tapi Menjaga Kekerabatan

Salah satu hidangan lawar di lomba Ngelawar Twin Lake Festival |Foto : Putu Nova Putra|

Singaraja, koranbuleleng.com | Tradisi ngelawar biasanya selalu digelar masyarakat Bali jelang hari raya, seperti hari raya Galungan dan Kuningan. Namun kali ini, tradisi ngelawar ini dilombakan di Twin Lake Festival ke-3 pada hari kedua, di wantilan Danau Buyan, Desa Pancasari, Jumat 7 Juli 2017.

Lawar Barak | Foto : Putu Nova Putra|

Setelah dihidangkan untuk dinilai para dewan juri, hasil olahan dari masing-masing peserta itu diserbu ribuan pengunjung TLF. Sepertinya, pengunjung merasakan nikmat olahan lawar ini.

Lomba diikuti oleh masing-masing perwakilan kecamatan di Buleleng. Ada Sembilan kecamatan yang diwakili oleh salah satu desanya.

Lomba ngelawar kuwir atau entog ini punya kekhasan tersendiri. Tidak gampang membuat olahannya, karena jika salah, hasil olahan kuwir bisa bau amis.

Peserta lomba ngelawar di Twin Lake Festival |Foto : Putu Nova Putra|

Nah, di Twin Lake Festival, lomba ngelawar ini ada kriterianya sendiri. Salah satu dewan juri, Ketut Tangkas Adnyana mengatakan ngelawar adalah tradisi menyame braya di Bali. Karena itulah, ngelawar biasanya dikerjakan secara bersama-sama dengan warga lainnya dalam satu banjar. Nah dikaitkan dengan lomba ngelawar ini, kriteria teamwork juga dinilai. Apakah satu kelompok ini sudah kompak dalam mengerjakan proses ngelewar sejak awal hingga akhir.

“Ini agar tradisi khas Bali tidak hilang. Aspek kekompakan dinilai juga dari awal hingga akhir,” ujar Tangkas.

Selain itu, seluruh peralatan memasak serta bahan-banhan masakan juga harus mencerminkan gaya tradisional Bali, karena yang dilombakan adalah kuliner tradisional.

“Acuannya kita menjaga tradisi saja. Bahannya semua harus alami dan dikenal sebagai bahan-bahan tradisi yang digunakan pada umumnya di Bali,’ tam,bah Tangkas.

Kebersihan dalam mengolah daging menjadi salah satu kriteria penilaian dalam lomba ngelawar di TLF |Foto : Putu Nova Putra|

Aspek lain yang dinilai tentu juga kebersihan dari proses memasak sampa menghidangkan. Dan yang tak  kalah pentingnya, rasa dari lawar yang dibuat peserta, mulai dari tekstur serta keseimbangan rasa antara pedas, asin dan tidak amis.

“Itu kan soal rasa. Dari tekstur masakan serta rasanya juga harus imbang. Makanan kuliner lawar ini kan intinya harus benar-benar nikmat diraskan,mulai dari rasa pedasnya terasa, rempahnya dan lainnya.’ ujarnya.

Salah satu olahan lawar di TLF |Foto : Putu Nova Putra|

Para peserta diberikan kebebasan melakukan kreatifitas untuk membuat rasa danjenis lawar. Namun kata Tangkas, du alawar yang wajib dibuat yakni lawar merah dan lawar getih. Pihak dewan juri tidak melarang jika peserta juga membuat lawar jenis lain selain kedua lawar itu, asalkan tidak melupakan dua lawaryang wajib dilombakan.

Sementara itu, salah satu peserta dari Desa Umeanyar mewakili Kecamatan Seririt, Komang Darmika mengungkap kelompoknya hanya berusaha membuat hidangan lawar yang benar-benar bisa dinikmati oleh lidah orang Bali.

Bawang goreng salah sau bumbu khas bali |Foto : Putu Nova Putra|

“Enak atau tidaknya lawar kan hanya biasanya hanya bisa dinilai oleh lidah orang Bali, karena ini tradisi kita. Maka itu, kami harus tahu rempah atau bumbu seperti apa yang baik bagi lidah orang Bali.” terang Darmika.

Darmika bersama sejumlah kawannya membuat lawar klungah dengan daging kuwir. Bahan-bahan tambahan lainnya juga diambil dari bahan yang alami, termasuk bumbunya.

Ngelawar juga menjaga rasa keluargaan atau kekerabatan yang populer dikenal menyame braya |Foto :Putu Nova Putra|

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, Putu Tastra Wijaya mengungkapkan lomba ngelawar ini sebagai satu cara untuk melestarikan tradisi Bali.

“Ngelawar ini kan bukan saja tentang kuliner lawar semata, namun ada makna kekeluargaan dan kekrabatan di dalamnya. Itu salah satu yang juga kita harus lestarikan, jadi bukan hanya kulinernya semata,” pungkas Tastra. ||

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here