Muda-mudi Cempaga Gelar Lomba Meracik Lawar Ramaikan HUT RI ke-72

Singaraja, koranbuleleng.com | Banyak cara untuk meramaikan peringatan HUT RI ke-72. Kelompok muda-mudi Desa Cempaga, Kecamatan Banjar bahkan menggelar lomba meracik lawar barak, lawar don blimbing dan membuat jukut ares berbahan dari daging kuwir.

Lawar don blimbing ini rasanya memang sangat nikmat walaupun ada rasa-rasa sedikit pahitnya. Sesuai namanya, don blimbing ini artinya daun blimbing. Yang digunakan untuk lawar, yakni daun blimbing muda yang direbus setengah matang lalu dirajang secara halus. Setelah itu barulah diolah bersama bumbu lawar dan sedikit santan.

Bahan bumbu yang digunakan yakni bawang merah, bawang putih, cabe merah, daun salam, kencur, serta sedikit lengkuas dan jahe, tentunya juga cabe dan garam sesuai selera pedasnya.

Jika jukut ares, tentu semua sudah tahu. Sudah paham cara meraciknya juga. Jukut ares adalah salah satu kuliner yang paling banyak dicari di Bali, rasanya nikmat dan serta rasa daging kuwir yang kenyal. Taburan bumbu Bali biasanya menambah cita rasa jukut ares hingga jadi perhatian khusus para pecinta kuliner Bali. Begitupun Lawar barak, juga menjadi salah satu kekayaan kuliner Bali.

Lomba ngelawar blimbing dan jukut ares ini memancing sejumlah perhatian dari wisatawan mancanegara. Beberapa wisatawan bahkan ikut mencari tahu tentang bahan masakan yang diracik oleh peserta lomba.

Kepala Desa Cempaga, Putu Suarjaya mengatakan semua bumbu mempergunakan bahan-bahan yang alami dan tanpa penyedap rasa berbahan kimia.

Ada tujuh kelompok peserta yang meramaikan lomba kuliner ini. Satu kelompk peserta terdiri dari lima orang. Pihak panitia memberikan dana bagi kelompok peserta senilai Rp. 400 ribu untuk membeli berbagai bahan masakannya.

“Aspek penilaiannya mulai dari sisi kebersihan, kebersamaan dan cara penyajian makanannya. Kami mengajak tiga orang juri untuk menilai hasil olahan dari masing-masing peserta,” ujar Suarjaya.

Suarjaya menegaskan selain untuk meramaikan HUT RI ke-72, lomba ini digelar untuk menjaga kelestarian makanan tradisional Bali yang terkenal adi luhung dan mempunyai cita rasa yang sangat nikmat.

Menurutnya, ke depan Pemdes Cempaga akan tetap mendukung upaya-upaya pelestarian seni dan budaya termasuk kuliner.

“Kami sudah berkomitmen untuk melestarikan warisan-warisan leluhur semacam kuliner ini. Kita tahu, Bali punya kekayaan kuliner yang sangat luar biasa, termasuk kuliner-kuliner khas Bali aga,” ujarnya.

Kata Suarjaya pihaknya akan mengeksplor lebih jauh mengenai kuliner khas Bali aga untuk dipertunjukkan kepada para wisatawan.

Ragam Lomba

Selain menggelar lomba ngelawar, Pemerintah Desa Cempaga juga menggelar lomba lainnya yakni lomba tarik tambang, junjung botol, lari karung dan berbagai lomba lainnya.

Peringatan HUT RI ke-72 di Desa Cempaga sudah berlangsung sejak 10 agustus 2017 lalu. Secara resmi, rangkaian HUT RI ke-72 juga dibuka dengan agenda pelepasan burung ke alam. |NP|

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here