Wiranto Ajak Mahasiswa Hindu Aktif Jaga Pancasila dan Keutuhan Bangsa

Pembacaan sloka dalam Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional XIII KMHDI di Gedung Ksirarnawa Art Centre Denpasar Bali Kamis 31 Agustus 2017. |Foto : Istimewa|

Denpasar, koranbuleleng.com | Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan  Jenderal TNI (Purn) H. Wiranto mengajak mahasiswa hindu dari Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma (KMHDI) untuk ikut secara aktif menjaga tegaknya Pancasila sebagai ideologi bangsa. Mahasiswa harus turut mencegah aksi yang bisa mengancam dan membahayakan keutuhan bangsa.

“Di masa perang modern yang multidimensi seperti sekarang ini generasi muda mesti waspada dan berperan aktif menangkal serangan yang tidak nyata tersebut agar Pancasila dan NKRI tetap terjaga,” tegasnya saat membuka Rapat Koordinasi Nasional XIII KMHDI di Gedung Ksirarnawa Art Centre Denpasar Bali Kamis 31 Agustus 2017.

Menkopolhukkam Jenderal (Purn) Wiranto membuika Rapat Koordinasi Nasional XIII KMHDI di Gedung Ksirarnawa Art Centre Denpasar Bali Kamis 31 Agustus 2017. |Foto : istimewa|

Perang multidimensi berupa terorisme, radikalisme, separatisme, pornografi, ilegal logging, ilegal fishing, narkoba, human trafficking dan lain sebagainya. “Termasuk penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian yang mengancam keutuhan dan persatuan bangsa negara kita,” jelasnya.

Perang jenis ini sangat berbahaya dan jahat karena tidak terlihat namun langsung muncul di tengah masyarakat. Jika tidak waspada maka dapat terjadi kehancuran bangsa. “Perang ini menjadi semakin berbahaya karena tingkat pemakaian smartphone dan internet semakin banyak,” jelasnya.

Sementara KMHDI juga berkomitmen untuk tetap berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945. Pembukaan Rakonas ditandai Pembacaan Deklarasi Mahasiswa Hindu Untuk Pancasila. Deklarasi ditandatangani langsung oleh Wiranto dan Presidum Pusat KMHDI I Putu Wiratnaya.

Isi deklarasi itu menyatakan bahwa Pancasila menjadi pemersatu keragaman ideologis yang ada di Indonesia dan KMHDI senantiasa menjunjung tinggi Pancasila dan UUD 1945. “Oleh karenanya setiap upaya pelemahan terhadap Pancasila adalah tindakan yang menyimpang dari konstitusi,” tegas Wiratnaya.

Menurutnya KMHDI sebagai organisasi adalah bagian bangsa akan selalu berkomitmen untuk mendukung Pemerintah dalam mencegah segala bentuk radikalisme yang mengancam keutuhan NKRI.

Presidium KHMDI Wiratnaya menyatakan bahwa pihaknya mendukung upaya pemerintah menerbitkan PERPU Nomor 2 Tahun 2017 tentang Pembubaran Organisasi Kemasyarakatan (ornas). “Jangan sampai negara ini dirusak karena oknum oknum yang memiliki ideologi selain Pancasila.” ujarnya

Pihaknya juga mengapresiasi keberhasilan Pemerintah yang telah mengungkap jaringan raksasa penyebar berita hoax dan kebencian yang memang dilakukan secara terorganisir.

Rakornas dihadiri utusan Pimpinan Daerah dan Pimpinan Cabang KMHDI dari seluruh Indonesia serta Forum Alumni KMHDI dari berbagai daerah. Organisasi kemahasiswaan Cipayung Plus seperti HMI, PMII, GMNI, GMKI, PMKRI, KAMMI dan LMD. Anggota DPD RI Gede Pasek Suardika dan Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta beserta Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Partha.|NP|

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here