KPU Buleleng Lakukan Pemutahiran Data

KPU Buleleng lakukan pemutahiran data untuk kepentingan Pilgub Bali |Foto : Rika Mahardika|

Singaraja, koranbuleleng.com| Menjelang pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali tahun 2018, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng melakukan pemutahiran data pemilih. Pemutahiran itu dimulai sejak selasa, 12 September 2017.

Pemutahiran data pemilih berkelanjutan ini diawali dengan membuka kotak suara di masing-masing Kecamatan (PPK). Dari setiap kotak yang berisi dokumen pada saat pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati lalu, KPU mengambil Data Pemilih Tambahan (DPTb) dan dokumen salinan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Pelaksanaan pemutahiran data pemilih berkelanjutan itu juga disaksikan panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Buleleng.

Ketua KPU Kabupaten Buleleng Gede Suardana menjelaskan, pelaksanaan pemutahiran data pemilih berkelanjutan itu sesuai dengan tahapan yang diterima dari KPU Provinsi Bali. Selama pemuktahiran data pemilih berkelanjutan, KPU Buleleng bukan hanya menyisir data DPTb saja.

Menurut Suardana Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) tersebut untuk tahap awal akan dimutahirkan melalui proses input dalam sistem informasi di KPU Buleleng. Jumlah Pemilih yang masuk dalam kategori DPTb dalam elaksanaan Pilkada lalu di Buleleng memang cukup banyak. Warga yang tidak tercatat dalam DPT dan menggunakan hak pilihnya dengan KTP atau Surat Keterangan (Suket) pengganti KTP mencapai 4.297 pemilih, terdiri dari 2.223 pemilih laki-laki dan 2.074 pemilih perempuan.

“Data pemilih tercecer inilah kemudian diolah kembali dan sebelum nantinya akan masuk dalam DPT untuk kepentingan Pilgub Bali 2018 mendatang. Setelah semua DPTB ini kami input akan ditindaklanjuti oleh KPU Bali hingga KPU RI, sebelum ditetapkan oleh menjadi DPT dalam Pilgub Bali mendatang,” Jelas Suardana.

Ketua KPU Buleleng Gde Suardana mengatakan, pelaksanaan pemutahiran data pemilih berkelanjutan tidak hanya dilakukan dengan menyisir DPTb saja, namun pihak KPU Buleleng juga akan melakukan koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Buleleng untuk pembaharuan data pemilih.

“Koordinasi dengan Disdukcapil Buleleng itu untuk pembaharuan data pemilih, baik itu pemilih pemula yang baru berusia 17 tahun, pensiunan TNI/Polri, maupun bagi warga yang telah menikah yang usianya di bawah 17 tahun. Pembaharuan juga dilakukan dengan menghapuskan penduduk yang sudah meninggal dunia,” Katanya.

Disisi lain, setelah pemutahiran data pemilih berkelanjutan, KPU Buleleng akan melakukan pemusnahan terhadap bekas logistik pilkada. Pemusnahan ini baru bisa dilakukan satu bulan setelah Bupati dan Wakil Bupati terpilih dilantik. KPU Buleleng nantinya akan mengajukan izin pemusnahan sisa logistik pilkada kepada dan KPU RI dan Arsip Nasional RI. |RM|

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here