Banteng Ketaton Berdiri di Curastana

Patung Banteng Ketaton |Foto : Rika Mahardika|

Singaraja, koranbuleleng.com| Dinas Sosial Kabupaten Buleleng membangun patung Banteng Ketaton di Taman Makam Pahlawan Curastana. Alasan pendirian patung ini, karena jauh dimasa sebelumnya pernah berdiri patung yang sama, namun sebab alasan politik patung tersebut harus dirobohkan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buleleng Gede Komang menjelaskan, patung Banteng Ketaton itu dibangun setinggi dua meter dengan anggaran melalui APBD perubahan tahun 2017 sebesar Rp93 Juta. Anggaran ini bersumber dari pengalihan dana napak tilas yang urung dilaksanakan karena erupsi Gunung Agung. Sementara untuk target pengerjaan, patung itu ditargetkan selesai pada 25 Desember 2017 mendatang.

Menurutnya, Patung Banteng Ketaton di Taman Makam Pahlawan tersebut sebelumnya sempat berdiri sejak taman makam itu dibuat. Hanya saja Pada tahun 1972 patung tersebut dibongkar karena dianggap sebagai simbol partai tertentu. Saat ini kata Gede Komang, Patung itu kembali dibangun atas permintaan dari Veteran Buleleng.

“Sesuai permintaan tokoh pejuang dibangun kembali karena patung banteng ketaton itu adalah simbol kekuatan veteran saat berjuang, bukan simbol partai politik,” jelasnya.

Kadis Sosial Gede Komang menambahkan, sesungguhnya rencana untuk pembangunan Patung Banteng Kedaton ini sudah sempat diwacanakan pada era kepemimpinan Bupati Buleleng Putu Bagiada. Namun, lantaran terkendala masalah dana, rencana tersebut tidak pernah terwujud.

Rencananya, pada bagian bawah Patung Banteng Ketaton itu, akan dihiasi dengan tulisan “mati satu tumbuh seribu”. Dengan harapan, patung tersebut dapat membangkitkan lagi semangat juang generasi penerus yang ditularkan dari para Veteran. Selain juga memberikan penghormatan kepada para veteran atas perjuangannya dulu merebut Kemerdekaan Indonesia.|RM|

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here