Pemberlakukan 5 Hari Kerja RSUD Buleleng Tunggu SK Bupati

Suasana pelayanan RSUD Buleleng

Singaraja, koranbuleleng.com| Setelah melalui masa uji coba selama 30 hari di bulan Oktober lalu, RSUD Kabupaten Buleleng akan segera memberlakukan 5 hari kerja. Hanya saja, untuk pemberlakuannya, masih menunggu Surat Keputusan Bupati Buleleng. Hasil ujicoba itu meyakinkan pihak manajemen RSUD Buleleng bahwa pelayanan bisa dilakukan lebih maksimal dan tingkat kunjungan lebih tinggi.

Pemberlakuan 5 hari kerja ini sebelumnya telah dilakukan uji coba sebulan sejak 1 hingga 30 Nopember 2017 lalu. Selama masa uji coba tersebut, tim yang terdiri dari RSUD Buleleng, Inspektorat, Bagian Hukum, Bagian Organisasi, dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), telah melakukan evaluasi dua kali. Hasilnya, tim tidak menemukan kendala berarti termasuk keluhan dari masyarakat terkait dengan pelayanan 5 hari kerja di Poliklinik.

Dari evaluasi yang dilakukan, justru pelaksanan 5 hari kerja memberikan dampak pelayanan yang lebih maksimal. Slah satu tolak ukurnya yakni kunjungan pasien ke Poliklinik. Berdasarkan data kunjungan pasien ke Poliklinik naik menjadi rata-rata 800 orang perhari, dari sebelumnya hanya 500 orang perhari. Selain itu, pelayanan juga tuntas dilaksanakan dalam sehari, sehingga antrian lebih nyaman karena hanya perlu waktu kurang dari 5 menit, dibanding sebelumnya bisa lebih dari 5 menit.

Direktur Utama RSUD Kabupaten Buleleng dr. Gede Wiartana menjelaskan, pemberlakuan 5 hari kerja merupakan upaya untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan di Poliklinik. Selain itu, RSUD Buleleng juga berupaya memaksimalkan koordinasi administrasi ditingkat manajemen dengan Pemerintahan. Sementara untuk pelayanan lainnya seperti kedaruratan di IGD, rawat inap, farmasi, dan pelayanan lainnya tetap berlaku penuh selama 24 jam.

“Di awal memang ada keluhan, masyarakat yang datang hari Sabtu, Poli nya sudah tutup. Ya ini wajar, karena masih tahap sosialisasi jadi belum banyak masyarakat yang tahu. Tetapi setelah Seminggu berjalan, masyarakat akhirnya semua tahu,” jelasnya.

Wiartana mengatakan, berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh Tim, RSUD Kabupaten Buleleng telah siap melaksanakan 5 hari kerja. Dalam penerapan 5 hari kerja itu, tidak ada perubahan dalam jumlah jam kerja PNS di RSUD Buleleng. Karena jam pelayanan diperpanjang yang tadinya sampai pukul 14.00 wita, kini sampai pada pukul 16.00 wita. Sehingga total jam kerja itu sama yakni yakni 37,5 jam dalam seminggu. Sementara untuk pemberlakuannya kata Wiartana, masih menunggu keputusan dari Bupati Buleleng.

“Kita sudah sampaikan kajian berdasar hasil evaluasi tim, untuk pemberlakuannya kami masih menunggu SK Bupati. Selama menunggu keputusan Bupati, kami tetap melaksanakan 5 hari kerja,” terangnya. |RM|

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here