Tender Penyusunan DED Pasar Banyuasri Gagal Karena Keterbatasan Waktu

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana saat meninjau sejumlah pasar tradisional di Buleleng. Putu Agus Suradnyana yang mempunyai ide langsung untuk mekaukan revitalisasi pasar dan dituangkan dalam program kerja Pemerintah Kabupaten Buleleng |Foto ; putu Nova A.Putra|

Singaraja, koranbuleleng.com | Rencana tender untuk penyusunan dokumen Detail Engenering Desain (DED) pembangunan Pasar Banyuasri gagal karena tidak ada rekanan yang tertarik untuk mengerjakannya. Itu dipicu oleh keterbatasan waktu yang sangat singkat sehingga rekanan berfikir tentang resikonya jika tidak bisa diselesaikan dalam waktu yag tepat.

Rencana penyusunan DED dianggarkan dalam APBD Perubahan 2017 sebesar Rp800 juta. Dokumen DED ini dipersiapkan sebagai salah satu dokumen awal untuk proyek revitalisasi pasar Banyuasri, Singaraja.

Revitalisasi Pasar Banyuasri ini merupakan ide dari Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana. Sejauh ini, era Bupati Buleleng Agus Suradnyana sudah melakukan sejumlah revitalisasi pasar-pasar tradisional di Buleleng, seperti Pasar Sangsit, Pasar Kampung Baru dan terbaru kini Pasar di kelurahan Sukasada.

Sementara Pasar Banyuasri merupakan salah satu pasar tertua dan terbesar kedua di Singaraja setelah Pasar Anyar. Bangunan di Pasar Banyuasri juga kebanyakan sudah terlihat lapuk. Dari kondisi itu, pemerintah akhirnya berinisiatif untuk melakukan revitalisasi dan penataan supaya pasar ini lebih bermanfaat.

Kepala Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Barang dan Jasa Setda Buleleng Made Budi Setiawan mengatakan syarat tender DED revitalisasi Pasar Banyuasri sudah lengkap diberikan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Buleleng. Dari dokumen yang telahd iserahan itu, sesuai prosedur tender pun dilakukan.

Namun tidak ada penawaran dari rekanaan, dan pihak BLP sempat memperpanjang masa penawaran.

“Rekanan tidak berani menawar. Pengumuman juga kami perpanjang dan karena tetap tidak ada yang menawar, sehingga tender-nya kita nyatakan gagal,” kata Made Budi Setiawan disela-sela sosialisasi RUP (Rencana Umum Pengadaan) di Lovna.

Budi menjelaskan pagu anggaran untuk penyusunan DED ini tergolong besar namun pelaksanaannya sangat singkat karena juga dipotong dengan masa tender. Kondisi itu yang memicu rekanan tidak ad ayang mau menawar.

“Ini pekerjaan yang besar dan waktu tender juga memelrukan waktu yang cukup dan kalau dipotong dengan masa kontrak pekerjaanya, sehingga waktunya singat dan rekanan tidak ada yang berani menawar,” jelasnya.

Sementara informasinya Disperindag Buleleng telah mengalokasikan anggaran pada tahun 2018 untuk melkaukan tender penyusunan DED Pasar Banyuasri menyusul gagal tender tahun ini. Dengan batas waktu yang lebih panjang kemungkinan akan ada rekanan yang menawar tender DED Revitalisasi Pasar Banyuasri.

Sosialisasi RUP 2018

Bagian Layanan Pengadaan (BLP)  menyelenggarakan sosialisasi penyusunan Rencana Umum Pengadaan (RUP) untuk anggaran 2018, di Hotel Banyualit, Rabu 6 Desember 2017.

Sosialisasi ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada para pengguna anggaran (PA) dan kuasa pengguna anggaran (KPA) dalam pengadaan barang dan jasa serta kaji ulang pemaketan pekerjaan tahun 2018.

Kepala BLP, Ir. Made Budhi Setiawan menjelaskan kegiatan ini membahas kaji ulang RUP yang sudah dibuat PA dan KPA. Sehingga hasil akhir yang diharapkan adalah  mengetahui jumlah paket pekerjaan yang akan dilaksanakan pada tahun 2018. Kegiatan ini sudah beberapa kali dilaksanakan berdasarkan Perpres 54 Tahun 2010.

“Selain memberikan pemahaman kepada PA dan KPA, kita juga melaksanakan kaji ulang untuk tahun 2018,” jelasnya.

Sosialisasi ini diselenggarakan karena mulai tahun 2017, penyusunan ataupun penggunaan RUP sudah tersambung dengan Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP). Jika tidak ada di sistem informasi SIRUP tersebut, pelaksanaan lelang tidak bisa dilakukan. Penggunaan system informasi bertujuan untuk lebih memberikan informasi dan juga transparansi.

“Kita pakai aplikasi SIRUP. Kalau di SIRUP belum ada, proses pelelangan tidak bisa berjalan,” ujar Budhi Setiawan.

Budhi Setiawan menanmbahkan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada bersama dengan BLP masih memiliki waktu sampai dengan sampai dengan akhir bulan Desember 2017. Setelah ketok palu anggaran untuk tahun 2018, BLP akan membantu melakukan pemaketan-pemaketan pekerjaan. Setelah itu, paket pekerjaan akan diumumkan secara luas oleh PA dan KPA.

Sejauh ini, ada dua pemaketan yang sudah dilakukan oleh dua OPD yaitu penyusunan Detail Engineering Design (DED) Pasar Banyuasri oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta penyusunan DED pembangunan kantor Dinas Tenaga Kerja.

“Pekerjaan ini memerlukan waktu yang lama sehingga mendahului. Penyusunan DED Pasar Banyuasri dan DED pembangunan Kantor Dinas Tenaga Kerja dimulai  bulan Januari dan targetnya bulan April 2018 sudah pembangunan fisik,” tandas mantan Kepala Bagian Organisasi ini.  |NP|

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here