Senandung Smarandhana Dari Pantai Penimbangan

Festival Musik Smarandhana di Pantai Penimbangan membangkitkan musik kolaborasi yang sudah berkembang sejak era 80-an |Foto : Yoga Sariada|

Singaraja, koranbuleleng.com | Demores Rumah Musik menggelar Smarandhana Festival Musik Kolaborasi di salah satu resto ternama di Pantai Penimbangan, Singaraja Sabtu 23 Desember 2017.  Ada 11 grup musik yang ikut dalam festival ini.

Musik Smarandhana ini merupakan musik unik, kolaborasi nada pentatonik dan diatonik atau menggabungkan unsur tradisional dan modern sehingga terdengar senandung yang berbeda dari biasanya ketika telinga terbiasa hanya mendengarkan musik modern atau musik tradisional.

Sastrawan yang juga pengamat seni budaya Buleleng, Made Adnyana Ole mengatakan upaya yang dilakukan Demores untuk membangkitkan kembali Smarandhana ini merupakan daya untuk memancing kembali historia Smarandhana di masa lalu supaya bisa kembali menjadi musik kesukaan bagi anak muda di jaman sekarang.

Smarandhana sebenanrnya sudah ada sejak era tahun 1980-an, namun perjalananya memang naik turun.

Dari festival ini, Ole berharap anak muda lebih punya jiwa untuk berkreasi mencipta lag-lagu smarandhana yang punya ciri khas dan bukan tempelan.

Catatan dewan juri, ada beberapa peserta yang membawakan musik ini dengan gaya-gaya yang sudah lumrah terdengar.

“Sebenarnya hampir semua elemen melakukan ini, terutama dari kelompok anak muda. Cuma kesannya selama ini tempelan tidak ada ciri khas. Misalnya, intro gong kebyar, ketika masuk ke vokal lagunya ternyata tidak ngebyar. Semacam itulah catatannya. “ ujar Ole.

Oleh berharap, kedepan musik smarandhana bisa berkembang dengan berbagai pola penciptaan deengan menjadi genre baru ataupun tidak menjadi genre.

“Tidak peduli  itu akan gendre atau tidak menjadi genre tetapi yang tepenting musik kolaboratif seperti ini harus berkembang,’ tambahnya.

Sementara itu, pemilik Demores Rumah Musik, Gede Kurniawan mengungkapkan festival ini sebenarnya untuk mencari regenerasi musisi yang mencintai seni dan budaya nusantara. Punya bakat seni untuk menggabungkan seni musik tradisional maupun modern.

“Ini agar anak muda mau juga memainkan musik gamelan, bermain tradisional selain bisa bermain musik modern. “ ujar Kurniawan.

Kedepan, Kurniawan berupaya untuk menggelar festival ini secara rutin dengan konsep-konsep yang lebih baik. |Kontributor Musik : Gede Agus Muliawan|

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here