Salibu Hasilkan 60,5 kwintal Gabah Kering Giling Perhektar

Panen perdana padi dengansistem Salibu di Desa Bengkel

Singaraja, koranbuleleng.com| Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng tengah mengembangkan penanaman padi dengan system salinan ibu (Salibu). Untuk panen perdana yang telah belangsung beberapa waktu lalu, penanaman padi dengan system ini menghasilkan 60,5 kwintal gabah kering giling per hektar.

Penanam padi dengan system Salibu ini merupakan upaya yang ditempuh Dinas Pertanian Buleleng untuk program peningkatan ketahanan pangan. Pada tahun 2017 lalu, penanaman padi system salibu dikembangkan di tiga kecamatan masing-masing Kecamatan Busungbiu, Kecamatan Sukasada, dan Kecamatan Buleleng pada lahan pertanian seluas 100 hektar.

Panen perdana dengan sistem Salibu dilaksanakan di Subak Bukit Telu Desa Bengkel Kecamatan Busungbiu dengan mengasilkan padi sebanyak 60,5 kwintal gabah kering giling perhektar.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng Nyoman Swatantra, penanaman padi dengan system salibu ini merupakan sebuah terobosan baru sistem tanam dengan hanya memotong batang padi pada saat panen. Penanaman dengan sistem ini bisa meningkatkan produktifitas serta lebih irit dalam pemeliharaan.

Dalam penerapannya, Padi yang akan dipanen untuk pertama kalinya dipotong dibawah buku padi terakhir dengan jarak satu hingga dua centimeter dari permukaan tanah. Dengan pemotongan itu, padi yang telah di panen akan tumbuh anakan.

“Sistem ini cocok untuk daerah yang irigasinya kurang bagus. Umurnya mulai dari pemotongan sampai panen, selisih 20 hingga 30 hari. Kalau biasanya kan hingga 140 atau 150 hari. Dan sistem ini bisa diterapkan hingga 3 kali panen,” Jelasnya.

Menurut Swatantra, penanaman padi dengan system salibu ini, merupakan jawaban atas kendala yang dihadapi para petani dalam meningkatkan produktifitas hasil pertanian mulai dari dampak perubahan iklim global, persediaan air yang terbatas, serangan hama penyakit serta adanya alih fungsi lahan.

Disisi lain, ada banyak keuntungan yang bisa didapat dengan menerapkan system ini. Bahkan, ada efisiensi biaya yang cukup besar bisa dirasakan petani jika menerapkan salibu ini dalam penanaman padi.

“Pengolahan lahan tanah tidak dilakukan karena sudah ada tanaman lama yang dipotong, penggunaan bibit tidak memerlukan, persemaian sebelum menanam juga tidak dilakukan sehingga disini ada penghematan hingga 4 juta perhectar per satu musim tanam  serta efisiensi pemanfaatan air,”terang Swatantra.

Penanaman padi dengan system salibu di tahun 2017 dilakukan dengan menyasar 100 hektar lahan yang ada di tiga Kecamatan di Buleleng. Rencananya, ditahun 2018 Dinas Pertanian akan memerluas sasaran penanaan [adi salibu yakni untuk 1000 hektar lahan yang ada di kabupaten Buleleng. |RM|

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here