Tari Pendet Massal Catat Rekor MURI

Tari Pendet massal catat Rekor MURI |Foto : Rika Mahardika|

Singaraja, koranbuleleng.com| Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Bali melakukan pencatatan rekor di Museum Rekor Indonesia (Muri) untuk kategori Tari Pendet Disabilitas Rungu terbanyak Minggu, 14 Januari 2018. Dari proses pencatatan itu, juga melahirkan kamus dasar gerak tari Bali yang langsung di launching Rektor Undiksha I Nyoman Jampel.

Pencatatan rekor MURI ini melibatkan sebanyak 130 penari dari siswa tuna rungu dari tujuh sekolah luar biasa (SLB) yang ada di Bali. Pencatatan rekor yang berlangsung di Ruang Auditorium ini, Undiksha Singaraja menghadirkan Notaris sebagai perpanjangan tangan Muri.

Kesaksian notaris dalam kegiatan ini merupakan salah satu model untuk Pencatatan Rekor MURI yakni model Berita Acara Peliputan (BAP), selain mendatangkan verifikator langsung dari pihak MURI.

Rektor Undiksha I Nyoman Jampel mengatakan, penyandang disabilitas atau yang disebut dengan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), merupakan aset yang sama nilainya dengan anak-anak pada umumnya. Menurutnya, ABK juga harus diberikan kedudukan yang sama terutama dalam bidang pendidikan baik seni maupun pendidikan.

Sebagai bagian Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya dibidang pengabdian dan penelitian, pencatatan Rekor MURI ini merupakan standar yang dibutuhkan dalam peningkatan status akreditasi. Saat ini, di Undiksha Singaraja ada 15 program studi yang diakreditasi salah satunya fakultas ilmu pendidikan. Akreditasi terhadap Perguruan Tinggi ini memberikan kontribusi untuk peningkatan dibidang pengabdian dan penelitian.

“Intinya adalah untuk peningkatan rangking Undiksha Singaraja sebagai Perguruan Tinggi. Yang dulunya ada pada rangking 35, ditahun 2018 kita targetkan menjadi rangking 30. Dan ini target yang realistis,” Kata Jampel.

Selain pada sisi akreditasi, pencatatan rekor MURI ini setidak =nya menghasilkan sebuah karya penelitian yakni Kamus Dasar Gerak Tari Bali oleh Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan yang bisa dimanfaatkan untuk melatih tari bali kepada Penyandang Disabilitas khususnya Tuna Rungu.

“Penemuan ini juga telah menghasilkan prestasi dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) tahun 2017 sebagai juara 2. Prestasi ini tentu sangat membanggakan dan juga patut kita apresiasi,” Imbuh Jampel.

Persiapan pencatatan MURI ini sudah disiapkan selama satu bulan lebih. Menurut salah seorang pelatih tari penyandang disabilitas Made Widiantara, kesulitan yang dihadapi selama melakukan persiapan adalah menentukan keseragaman dalam gerak.

“Yang paling penting untuk melatih tari kepada mereka penyandang disabilitas ini adalah menumbuhkan minat mereka dulu. Dengan minat yang sudah ada, maka mereka akan senang dan tidak merasa terpaksa untuk berlatih menari,” ujar Pria yang juga pengajar di SLB Negeri 1 Tabanan ini. |RM|

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here