Anak Dibawah Umur Terlibat Kasus Curanmor

Polres Buleleng ungkap kasus pencurian kendaraan yang elibatkan remaja dan anak dibawah umur |foto : Yoga Sariada|

Singaraja, koranbuleleng.com| Ada tiga orang, satu diantaranya seorang anak dibawah umur, ditangkap karena kasus pencurian kendaraan bermotor. Polisi juga menduga salah seorang pelaku merupakan jaringan curanmor dari Jawa Timur.

Beberapa tersangka yakni yakni SP yang tinggal di Jalan Pattimura, Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Buleleng. Pelaku SP ditangkap di rumahnya sekitar pukul 12.00 wita Jumat 12 Januari 2018. Dari penangkapan itu, polisi menyita satu unit motor berwarna oranye, dengan nomor Polisi DK 7584 VD, yang dicuri oleh Didik pada Kamis 11 Januari 2018 lalu.

Kapolres Buleleng AKBP. Suratno menjelaskan, saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan terkait dengan jaringan dari pelaku curanmor yang berhasil di bekuk. Selain itu, Polisi juga tengah memburu kemungkinan keberadaan penadah yang menerima sepeda motor hasil pencurian yang dilakukan pelaku.

“Sekarang kita sedang kembangkan, apakah ini jaringan di Jawa ataupun hanya lokal di Bali. Kalau cranmor itu pasti akan dijual kembali. Tidak mungkin mereka gunakan sendiri. Jadi mereka mempreteli bagian motor, akan dijual per bagian untuk mengelabui,” Jelasnya.

Selain Didik, Jajaran Polres Buleleng juga berhasil menangkap dua pelaku lainnya. Mereka masing masing AWG. Pria yang masih berusia 16 tahun ini berasal dari Banjar Dinas Jeroan, Desa Patemon, Kecamatan Seririt. Pelaku lainnya yakni KAW seorang pelajar berumur 18 tahun asal Desa Batunya, Kabupaten Tabanan.

Saat ditangkap, dari tangan tersangka AWG polisi berhasil mengamankan satu unit motor merek Yamaha Jupiter Z, DK 5874 UF yang sudah dalam kondisi dipreteli. Sementara dari tangan tersangka KAW, polisi mengamankan satu unit sepeda motor beat warna hitam yang juga dalam keadaan dipreteli. Tersangka KAW sendiri dtangkap di Desa Kesiman Kecamatan Denpasar Timur Kodya Denpasar.

Sementara itu hadapan Polisi, Tersangka KAW mengaku melakukan aksinya bersama dengan temannya yang kini juga tengah dalam pengejaran Polisi.

“Saya hanya bertugas mengintai saja untuk pastiin bahwa situasi aman, teman lain yang eksekusi dan ngambil motornya,” Akunya

Dari penangkapan yang dilakukan terhadap ketiga tersangka ini, seluruhnya beraksi dengan menggunakan kunci palsu. Kapolres Buleleng Suratno pun berharap kepada seluruh masyarakat khususnya di Buleleng agar lebih meningkatkan kewaspadaan, salah satunya dengan memastikan sepeda motor dalam keadaan terkunci, dan kunci tidak dalam keadaan nyantol.

“Kalau curanmor tidak ada titik rawan. Artinya dimana ada kesempatan disana mereka melakukan aksi. Jadi tidak ada titik rawan. Kami himbau kepada masyarakat hati hati, apalagi dari evaluasi tahun 2017 sebagian besar kasur curanmor karena kunci nyantol,” Harapnya.

Akibat perbuatannya itu, ketiga tersangka kini dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Sementara saat ini, mereka mendekam di ruang tahanan Kepolisian. |RM|

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here