Buleleng Rancang Transportasi Gratis Libatkan Angkutan Umum

Petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng saat menertibkan angkutan umum perkotaan yang mangkal di pinggir jalan membentuk terminal bayangan .Untuk menyiasatinya, Dishub Buleleng akan memprogramkan transportasi gratis melibatkan angkutan umum perkotaan.

Singaraja, koranbuleleng.com| Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Buleleng tengah menyiapkan upaya untuk mengurai kemacetan di Kota Singaraja, dan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di Buleleng melalui program angkutan gratis untuk siswa.

Program angkutan gratis untuk siswa sebenarnya selama ini sudah dijalankan oleh Pemkab melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng yakni dengan mengoperasikan dua unit bus sekolah bantuan dari Kementerian Perhubungan RI.

Selama ini pun, siswa khususnya yang ada di seputaran Kota Singaraja baik di Kecamatan Buleleng dan kecamatan Sukasada sangat antusias. Baik di saat menuju ataupun pulang sekolah, Bus Sekolah itu selalu penuh dijejali oleh siswa. Bahkan masih banyak siswa yang terkadang tidak bisa merasakan angkutan gratis itu.

Dari hal itulah, Dishub Buleleng akan merancang program yang sama. Hanya saja, kendaraan yang akan dimanfaatkan yakni angkutan umum perkotaan.

Kepala Dishub Buleleng Gede Gunawan AP menjelaskan, program angkutan gratis untuk siswa ini merupakan sebuah upaya yang dilakukan untuk menciptakan keselamatan, kenyamanan dan ketertiban berlalu lintas. Persiapan untuk mematangkan program ini pun tengah dilakukan dengan melakukan survey.

Suvey ini perlu dilakukan untuk memastikan tingkat efektivitas dari pelaksanaan program ini dengan tujuan dan target yang ingin diwujudkan. Survey awal akan dilakukan dengan menyasar wilayah perkotaan yang berada di Kecamatan Buleleng dan juga Kecamatan Sukasada, dengan mendata jumlah sekolah dan juga jumlah siswa.

“Dari hasil penelitian dan suvey itu, kita ajukan anggaran ke Bappeda untuk melaksanakan program itu dan semoga disetujui. Kalau disetujui di APBD Perubahan tahun ini kita mulai laksanakan. Tapi kalau belum, tahun depan kita akan ajukan lagi,” Jelasnya.

Gunawan mengatakan, pihaknya telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Satuan Lalulintas Polres Buleleng dan Perusahaan Umum Djawatan Angkoetan Motor Republik Indonesia (Perum DAMRI). Pada dasarnya, kedua institusi ini pun mengapresiasi dan menyambut positif program yang dirancang Dishub Buleleng.

Namun salah satu persoalan yang paling besar dihadapi untuk melaksanakan program ini yakni kebutuhan anggaran yang sangat besar. Gunawan sendiri sebelumnya sudah melakukan komunikasi dengan beberapa daerah di Bali yang lebih dulu menjalankan pogram ini.

Misalkan saja Kabupaten Tabanan, program ini menguras anggaran Pemkab Tabanan hingga Rp9 miliar. Sementara Kabupaten Gianyar menghabiskan anggaran Rp7 Miliar, dan Bangli menggelontorkan anggarannya hingga Rp3 miliar dalam satu tahun.

Disisi lain, berdasarkan data yang tercatat pada Dinas Perhubungan kabupaten Buleleng, jumlah angkutan umum perkotaan yang dalam keadaan layak dan lain jalan saat ini berjumlah 98 Angkot. Untuk mendukung program angkutan gratis untuk siswa, Dishub tidak akan melibatkan keseluruhan angkot, melainkan akan melkaukan seleksi secara ketat.

“Berdasarkan estimasi dan kami tanyakan ke Perum Damri, setiap bulan satu angkot mendapatkan pemasukan 3 juta. Tinggal dikalikan jumlah angkot yang akan dilibatkan,” ujarnya.

“Yang paling penting pola pikir para sopir, dan diperlukan komitmen yang besar terhadap sopir untuk mentaati aturan lalu lintas. Nantinya harus ada fakta integritas antara sopir dengan Dishub Buleleng,” imbuh Gunawan. |RM|

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here