Burdah Pegayaman Tampil di PKB

Sekaa Burdah Desa Pegayaman |Foto :Putu Nova A.Putra|

Singaraja, koranbuleleng.com| Kabupaten Buleleng akan menampilkan kesenian Burdah dari Desa Pegayaman Kecamatan Sukasada dalam pagelaran Pesta Kesenian Bali (PKB) XXXX tahun 2018. Pementasan Burdah untuk pertama kalinya dalam Pagelaran PKB ini untuk mengenalkan wujud akulturasi Budaya yang ada di Kabupaten Buleleng.

Burdah adalah kesenian tradisional Desa Pegayaman yang memadukan unsur seni tabuh dengan syair-syair pujian pada Nabi Muhammad. Biasanya, kesenian Burdah ini dipentaskan dalam perayaan hari-hari keagamaan umat Islam. Bahkan saat ini tidak jarang kesenian Burdah ini dipentaskan dalam setiap kegiatan pagelaran seni dan budaya.

Secara umum kesenian Burdah dimainkan dengan syair berbahasa Arab tentang pujian yang diiringi alunan irama islam namun berbeda dengan Burdah di Desa Pegayaman.

Kesenian yang diyakini sudah ada sejak empat tahun silam ini, dimainkan menggunakan rebana burdah, yang khusus dibuat oleh warga dari Desa Pegayaman.

Liriknya diambil dari Kitab Al Barzanji. Sementara iramanya menyerupai kidung-kidung yang biasa dinyanyikan umat Hindu. Inilah salah satu yang disebut akulturasi budaya yang ada di Kabupaten Buleleng khususnya di Desa Pegayaman Kecamatan Sukasada.

Kesenian inilah yang nantinya akan ditampilkan dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XXXX tahun 2018 yang digelar dengan mengusung tema “Teja Dharmaning Koripan: Api Spirit Penciptaan”.

Bahkan Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Buleleng memberikan ruang khusus untuk pementasan Burdah Pegayaman dalam Pagelaran PKB tahun 2018 di Taman Budaya Denpasar mendatang.

Ketua Sekaa Burdah Desa Pegayaman Kecamatan Sukasada Muhamad Suharto mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan Pemkab Buleleng kepada Sekaa Burdah Pegayaman untuk tampil dalam panggung PKB mendatang. Menurutnya, kepercayaan ini akan dilaksanakan secara maksimal, sehingga bisa membawa nama baik untuk Buleleng.

Sesuai dengan tema yang diusung, rencananya akan ditampilkan kesenian Burdah yang dikolaborasikan dengan pencak silat. Nantinya akan ada atraksi pencak silat menggunakan senjata Blebet, sebuah senjata yang terbuat dari rotan.

Kolaborasi ini dirasakan sesuai dengan tema dengan salah satu filosofinya yakni api semangat untuk mempertahankan budaya yang diwariskan.

“Kami akan tampil secara maksimal, dan yang kami tampilkan sebagai sebuah muatan lokal khas Pegayaman yang mewarnai Buleleng dan mudah-mudahan mewarnai Bali,” Ujar Suharto.

Kepala Bidang Kesenian Disbud Kabupaten Buleleng Wayan Sujana menjelaskan, Desa Pegayaman merupakan salah satu Desa di Kabupaten Buleleng yang memiliki akulturasi Budaya kehiudpan islami dengan adat budaya Bali. Untuk Pagelaran ciri khas Daerah dalam PKB, Pegayaman dirasakan sangat tepat untuk mewakili Buleleng.

“Kita mau membangkitkan api akulturasi budaya. Leluhur kita pernah mengajakan bahwa seni dan budaya itu tidak mengenal etnis, agama dan lainnya. Budaya itu lautan tanpa tepi, tidak mengenal batas. Oleh karena itu kami berpikir mengangkat potensi Pegayaman,” Jelasnya.

Sementara itu, terkait dengan pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XXXX tahun 2018, Tim kurator PKB bersama dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali melaksanakan sosialisasi terkait dengan tema PKB tahun 2018 yakni “Teja Dharmaning Koripan: Api Spirit Penciptaan” yang berlangsung di Wantilan Sasana Budaya Singaraja Kamis, 18 Januari 2018.

Buleleng sendiri dalam PKB tahun ini akan mengikuti 25 pementasan kesenian dari 26 pementasan kesenian yang ditawarkan Pemerintah Provinsi Bali. Salah satu kesenian yang tidak dipentaskan Buleleng yakni Arja Remaja.

Menurut Wayan Sujana, anggaran yang disiapkan Disbud Buleleng sangat terbatas untuk pementasan Arja remaja ini yakni sebesar Rp20 juta. Sementara anggaran itu dirasakan masih sangat kecil mengingat proses persiapan Arja remaja ini memerlukan biaya yang cukup besar, karena harus melakukan revitalisasi.

“Kalau untuk menampilkan arja yang sudah ada sebenarnya anggaran itu cukup. Tapi karena ini harus berproses, maksudnya mencari pemain baru, proses latihan, dan persiapan lainnya, itu biayanya cukup besar. Tapi tahun depan, kami pasti akan mengirimkan Arja Remaja,” Pungkas Sujana. |RM|

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here