1 Maret, PDAM Buleleng Naikkan Tarif Air Bersih

PDAM Buleleng menggelar jumpa pers untuk menyosialisasikan rencana kenaikan tarif air bersih di buleleng |Foto : Putu Nova A.Putra|

Singaraja, koranbuleleng.com | PDAM Buleleng secara resmi akan menaikkan tarif air bersih sebesar 10 persen pada 1 Maret 2018. Kenaikan tarif air bersih ini mempertimbangkan adanya kenaikan biaya operasional dan pemeliharaan dampak dari kenaikan harga barang serta ongkos kerja, serta biaya listrik yang terus meningkat setiap bulan.

Selain itu, PDA Buleleng juga memeprtimbangkan keterbatasan dana perusahaan dalam rangka investasi pengembangan kapasias produksi serta perluasan jaringan pipa untuk peningkatan cakupan pelayanan.

Kenaikan tarif yang secara rutin diberlakukan setiap tahun ini juga dibenarkan berbagai dasar hukum, beberapa diantaraya Peraturan Menteri Dalam negeri  Nomor 23 tahun 2006tentang Pedoman Teknis dan Tata cara Pengaturan Tarif Air Minum Pada Perusahaan Daerah Air Minum, serta Perda Kabupaten Buleleng Nomor 2 tahun 2010 tentang PDAM, Perbup Bupati Buleleng nomor 2 tahun 2018 tentang Pengesahan Angaran Perusahaan Daerah Air Minum tahun 2018.

Direktur Utama PDAM Buleleng, Made Lestariana mengungkapkan perhitungan dan penerapan tarif air minum,didasarkan atas kualifikasi pelanggan dengan menggunakan sistem subsidi silang dan tarif progresif.

Ada dua manfaat menggunakan sistem subsidi silang dan tariff progresif ini, yakni pelanggan yang mampu mensubsidi pelanggan yang tidak mampu, serta pelanggan juga bisa menggunakan air secara efektif dan efisien.

“PDAM ini merupakan perusahaan dengan produk yang spesifik. Jika perusahaan lain lebih berlomba untuk menjual barang-barangnya dengan jumlah tinggi, justru kami dari PDAM mengimbau agar pelanggan bisa menggunakan air secara efisien. Itulah spesifiknya perusahaan air minum ini, maka itu kita berlakukan tarif subsisi silang dan progresif ” ujar Lestariana.

Lestariana menjelaskan tariff air bersih di Buleleng masih bisa terkejar oleh daya beli masyarakat Kabupaten Buleleng. Dngan penyesuaian tariff pengeluaran rumah (R1) untuk pemenuhan standar kebutuhan pokok air minum sebesar Rp33.000. Jumlah itu terdiri dari biaya abonemen Rp21.300 dan biaya pemakaian air untuk 10 M3.

Nilai itu tidak melampaui standar kebutuhan pokok air minum sebanyak  4 persen dari pendapatan masyarakat pelanggan yang dihitung sesuai dengan UMK kabupaten Buleleng tahun 2018 sebesar Rp.2.165.000.

“Jika empat persen saja dari nilai UMK itu hanya Rp86.600, maka biaya tarif bagi rumah tangga jauh dari nilai itu. Masyarakat pada golongan pemakaian di R1 masih cukup mampu untuk membayar tarif air bersih yang baru,” ujarnya usai Jumpa pers dengan awak media di Singaraja, Selasa 13 Februari 2018.

Masih kata Lestariana, selama ini bahwa ada anggapan PDAM Buleleng mendistribusikan air dengan sistem gravitasi saja. Namun, dari kapasitas produksi PDAM saat ini sebesar 709 liter perdetik yang berasal dari 16 mata air dan 37 sumur dalam, sebanyak 81, 5 persen menggunakan sistem perpompaan dengan menggunakan listrik dari PLN. Sedangkan sisanya sebesar 18, 05 persen menggunakan sistem gravitasi. |NP|

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here