77 Jiwa Masih Mengungsi di Kecamatan Tejakula

Sejumlah pengungsi dari Karangasem yang mengungsi di wilayah Kecamatan Tejakula sudah sebagian pulang ke kampung halamannya |Foto : Rika Mahardika|

Singaraja, koranbuleleng.com| Pasca penurunan status Gunung Agung di Kabupaten Karangasem dari status Awas (level IV) menjadi status Siaga (level III), warga Karangasem yang sebelumnya mengungsi di Kabupaten Buleleng khususnya di wilayah Kecamatan Tejakula mulai kembali ke kampung halaman mereka.

Namun belum semua pulang, hingga kini masih ada puluhan jiwa yang masih terlihat bertahan untuk mengungsi, lantaran tempat tinggal mereka berada dalam radius berbahaya yang masih ditetapkan oleh PVMBG yakni 4 km dari puncak gunung.

Camat Tejakula Nyoman Widiartha menjelaskan, saat ini titik pengungsian di Kecamatan Tejakula hanya di dua Desa, masing masing di Desa Penuktukan dengan jumlah pengungsi 4 orang, dan di Desa Sembiran dengan jumlah pengungsi 73 orang.

Sebagia besar warga Karangasem yang masih bertahan mengungsi di dua Desa itu lantaran rumah tinggal mereka di Karangasem berada pada radius berbahaya yang ditetapkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yakni 4 kilometer dari puncak Gunung Agung.

“Hampir semua pengungsi yang tersisa kini tidak lagi menempati fasilitas umum. Mereka tinggal sementara bersama dengan kerabat yang ada di dua Desa itu. Ya mereka masih disini (mengungsi, red) karena ada yang rumahnya masih di radius berbahaya, dan ada yang akan kembali setelah situasi benar benar aman,” Jelasnya.

Sebelumnya, setelah adanya penurunan status Gunung Agung dari Level IV (Awas) ke Level III (Siaga) oleh PVMBG sejak Sabtu, 10 Pebruari 2018 lalu, warga Karangasem yang sebelumnya mengungsi di Kabupaten Buleleng, khususnya di Kecamatan Tejakula memilih untuk kembali ke rumah mereka masing-masing. Apalagi, penurunan status itu juga dibarengi dengan pengurangan radius berbahaya zona Gunung Agung dari sebelumnya 6 kilometer menjadi 4 kilometer.

Proses pemulangan pengungsi pun difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Basarnas termasuk meminta bantuan pengusaha mobil untuk pemulangan pengungsi. Kepala Pelaksana BPBD Buleleng Made Subur mengaku membutuhkan sedikit waktu dan dilakukan secara bertahap, agar seluruh pengungsi yang tempat tinggalnya sudah masuk zona aman bisa dipulangkan.

“Masih ada puluhan pengungsi yang akan tetap bertahan karena tempat tinggal mereka berada di radius 4 kilometer. Kalau yang dipulangkan hanya pengungsi yang berada di luar radius 4 kilometer. Kita butuh waktu sekitar 5 hari untuk proses pemulangan. Karena barang bawaan kan lumayan banyak,” ujarnya. |RM|

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here