Buleleng Libatkan 280 Seniman dalam Pawai PKB ke-40

Duta Kabupaten Buleleng dalam pawai Pembukaan Pesta Kesenian Bali ke-40 yang dihadiri dan dibuka langsung oleh Presiden RI Joko Widodo |Foto : Putu Nova A Putra|

Singaraja, koranbuleleng.com| Kabupaten Buleleng menampilkan konsep perpaduan seni dan budaya, pertanian, dan sejarah dalam Pawai Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-40 yang berlangsung di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali ‘Bajra Sandhi’ Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Denpasar Sabtu, 23 Juni 2018.

Pawai PKB ke-40 dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk melepas para peserta. Kehadiran joko Widodo di ajang PKB ini adalah yang kedua kalinya.

Kabupaten Buleleng ikut serta dengan melibatkan sebanyak 280 seniman. Dalam barisan pawai, Buleleng menggabungkan beberapa konsep yang dibalut dalam atraksi. Yakni seni dan budaya, pertanian, serta sejarah.

Bidang seni dan budaya, Buleleng menampilkan Adi Merdangga, Baleganjur, Tari Legong Pengeleb. Sementara untuk pertanian, menampilkan tradisi Bukakak dari Desa Sudaji. Bukakak merupakan sebuah upacara yang bermakna sebagai permohonan kepada Sang Pencipta (Dewi Kesuburan) untuk memberikan kesuburan bagi tanah pertanian yang diolah, dan juga berharap mendapatkan hasil panen yang baik.

Kemudian untuk sejarah, Buleleng menyajikan Megoak-goakan, yang merupakan sebuah permainan tradisional favorit Raja Buleleng terdahulu yakni Panji Sakti.

Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Buleleng Wayan Sujana menjelaskan, konsep yang ditampilkan Bali Utara dalam pawai PKB ke-40 menyesuaikan dengan Tema Umum PKB yakni “Teja Dharmaning Kauripan: Api Spirit Penciptaan”.

Menurutnya, Api yang disebutkan dalam tema memiliki konteks berbagai macam. Sementara Buleleng sendiri membangun Pawai dengan api ke Bulelengan.

Sujana mengatakan, tiga konsep yang dihadirkan dalam Pawai PKB oleh Buleleng merupakan sebuah konsep peterpaduan. Seperti misalnya mengampilkan kesenian Tradisi seperti Legong Pengeleb, kemudian ada konsep pertanian dengan menampilkan Bukakak Desa Sudaji, serta menampilkan konsep history dengan penyajian megoak-goakan.

“Kita menyadari membangun daerah, tidak bisa sendiri-sendiri dan tidak akan mungkin. Tapi ada keterpaduan Petani, Seniman, Budayawan, termasuk Pemangku Jabatan. Pemangku Jabatan kita identikan dengan megoak-goakan yang identik dengan Panji Sakti sebagai Raja Pemerintahan Buleleng dulu,” Jelasnya.

Pesta Kesenian Bali (PKB) merupakan program Pemerintah Provinsi Bali yang digelar setiap tahun, sebagai wadah aktivitas dan kreativitas para seniman, dalam upaya mendukung program pemerintah dalam hal penggalian, pelestarian dan pengembangan nilai-nilai seni budaya Bali yang adi luhung.|RM |