Pelaku Curanmor Ditembak

Polisi menangkap pelaku curanmor

Singaraja, koranbuleleng.com| Unit Reskrim Polsek Kota Singaraja melumpuhkan pelaku tindak criminal pencurian kendaraan Putu Widiada alias Leong, dengan timah panas. Polisi terpaksa melumpuhkan pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka karena berusaha melawan dan kabur dari petugas.

Penangkapan terhadap tersangka yang merupakan warga Lingkungan Banyuning Tengah Kelurahan Banyuning ini dilakukan Selasa, 7 Agustus 2018 sekitar pukul 13.00 wita.

Polisi menangkapnya saat sedang kumpul-kumpul bersama temannya di Lingkungan Banyuning Utara.

Saat itu, tersangka sempat menolak untuk diamankan, namun berdasarkan bukti rekaman CCTV dan juga identitas yang telah dikantongi Polisi, Tersangka pun tidak bisa mengelak.

Kapolsek Kota Singaraja Anak Agung Wiranata Kusuma menjelaskan, penangkapan itu berhasil dilakukan berkat rekaman CCTV terkait aksi pencurian yang terjadi di SMA Negeri 4 Singaraja.

Dari rekaman itu, Polisi berhasil mengidentifikasi ciri-ciri dan identitas tersangka. Hingga kemudian, berhasil membekuknya di Lingkungan Banyuning Utara.

“Pelaku berhasil kami tangkap dan kami amankan sebuah sepeda motor yang dibawanya yang merupakan hasil pencurian. Setelah itu kami lakukan interogasi untuk pengembangan kasus curanmor lain,” Jelasnya.

Dari hasil penelusuran yang dilakukan, Polisi pun sudah mengamankan total lima barang bukti sepeda motor yang merupakan hasil kejahatannya. Sayangnya, saat polisi memperlihatkan barang bukti itu, tersangka justru tidak mengakui dan berusaha kabur, sehingga polisi terpaksa menembak betisnya.

Setelah itu, tersangka bersama dengan barang bukti diamankan ke Mapolsek Kota Singaraja. Setelah dilakukan interogasi, diketahui bahwa aksi itu dilakukan dengan menyasar sepeda motor yang kuncinya masih nyantol, dan juga menggunakan kunci palsu (kupal).

“Pelakunya survey dengan motor pribadinya ke tempat parkir yang ramai. Kalau melihat motor yang kuncinya nyantol, kuncinya diambil dulu. Nanti dia kembali jalan kaki, kemudian ngambil motor. Setelah itu langsung diganti nomor polisinya,” Ujar Wiranata Kusuma.

Sementara itu dihadapan Polisi, tersangka mengakui telah melakukan aksi pencurian sejak tahun 2017 lalu, dengan lima lokasi yang berbeda. Sepeda motor hasil kejahatannya itupun sudah dijual dengan berbeda harga.

Jika sepeda motor yang dicuri ada STNK, tersangka yang kesehariannya sebagai tukang potong ayam ini menjualnya lebih mahal.

“Dijualnya diseputaran Singaraja aja. Kalau yang ada STNK-nya dijual Rp3 hingga Rp4 Juta. Kalau yang ga ada palingan laku Rp2 juta aja. Uangnya biasanya saya pake minum-minum (mabuk,red),”Akunya.

Kini lima barang bukti berupa sepeda motor masih diamankan di Mapolsek Kota Singaraja. Kelima motor itu masing masing unit Sepeda motor Jenis Honda Scopy  DK 6602 VX , Honda Vario warna hijau DK 2007 YY, Honda Vario warna putih DK 3240 VQ, honda scopy warna hitam DK 5275 AD, dan Honda scopy  warna hitam DK 5419 UAB. |RM|