Jejak Sosial Budaya Suku Kei Diduga Terkait Dengan Buleleng

Pemkab Maluku Tenggara melakukan penelusuran terhadap jejak leluhur warga Suku Kei karena ditegarai ada kesamaan aktifitas sosial budaya dengan salah satu desa tua di Buleleng yakni Desa Pedawa

Singaraja, koranbuleleng.com| Kepulauan Kei di Kabupaten Maluku Tenggara dan Provinsi Bali ternyata memiliki kemiripan dari sosial dan budaya. Sejumlah benda yang kini terdapat di Kepulauan Kei termasuk tradisi masyarakat, disinyalir ada keterkaitan dengan masyarakat di salah satu desa tua di Kabupaten Buleleng yakni di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar.

Hal itulah yang mendasari Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara melakukan penelusuran terhadap jejak leluhur Suku Kei tersebut dengan mendatangi Kabupaten Buleleng Jumat, 31 Agustus 2018.

Kedatangan Pemkab Maluku Tenggara ini dipimpin langsung Bupati Anderias Rentanubun dan diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng Dewa Ketut Puspaka di ruang rapat Lobi Kantor Bupati Buleleng.

Penelusuran itu dilakukan untuk memperoleh kepastian terkait dengan asal-usul leluhur Masyarakat Suku Kei yang berasal dari Bali.

Kemungkinan itu didapatkan berdasarkan dengan catatan yang ditemukan terkait dengan digunakannya hukum adat leh masyarakat setempat bernama Larvul Ngabal yang berarti darah merah dan tombak dari Bali. Hukum adat itu dibawa oleh seorang perempuan yang berasal dari Bali bernama Nen Dit Sakmas.

Kedatangan Pemkab Maluku Tenggara ke Kabupaten Buleleng ibi merupakan kedatangan yang kedua kalinya. Pertama kali Pemkab bersama dengan Tim Peneliti menginjakkan kaki di Bali Utara tahun 2017 lalu dipimpin Wakil Bupati Yanus Serang, dan mengunjungi Desa Pedawa di Kecamatan Banjar.

Bupati Anderias Rentanubun menceritakan, pihaknya dibantu dengan Tim telah melakukan penelitian disejumlah Desa Tua yang ada di Bali, namun yang paling memiliki kemiripan adalah di Desa Pedawa Kecamatan Banjar. Hal itu terlihat dari kemiripan berupa Keris, perahu kecil, rumah adat, Tradisi adat juga yang mirip dengan Desa Bali Aga tersebut.

“Makanya kita putuskan datang ke Buleleng. Sekaligus meminta ijin untuk bertemu dengan tetua di Pedawa,” Tuturnya.

Dari penelusuran jejak leluhur Suku Kei ini kata Anderias Rentanubun, akan didapatkan kepastian untuk nantinya bisa menjalin kerjasama dengan Pemkab Buleleng, baik pada bidang Budaya, Sejarah, hingga Pariwisata.

“Saya kira ini ada kepastian sejarah, bahwa leluhur kami berasal dari Bali dari Buleleng, khususnya masyarakat suku kei. Itu yang harus kita jelaskan kepada generasi penerus disana,” tegasnya.

Sementara itu, Perbekel Desa Pedawa Putu Sudarmaja mengakui jika Pemkab Maluku Tenggara sudah pernah datang ke Desa yang Ia pimpin pada tahun 2017 lalu.

Dijelaskan, kedatangannya dulu juga untuk melakukan penelusuran dan pendalaman terkait dengan bukti kemiripan yang ada di Kepulauan Kei dan Salah satu Desa Bali Aga itu. Dari penelusuran itulah kemungkinan besar bahwa leluhur Suku Kei memang berasal dari Buleleng.

“Mereka sudah melakukan penelitian, dan yang paling mendekati adalah di Desa Pedawa, mulai dari rumah adat, tombak, nama-nama masyarakat, dan ada kata-kata. Itu kemiripannya mendekati 80 persen,” Ujarnya.

Disisi lain, Sekda Buleleng Dewa Ketut Puspaka menyambut baik kedatangan Pemkab Maluku Tenggara. Ia pun memastikan bahwa Pemkab Buleleng akan mendukung penuh apa yang menjadi tujuan dari Kabupaten Maluku Tenggara ini untuk menyusuri sejarah persaudaraan yang dulu pernah ada dengan Kabupaten Buleleng.

“Ya dari sejarah itu kita menyusuri leluhur orang Kei yang berasal dari Bali namun tepatnya belum diketahui di Bali bagian mana. Kita siap untuk terus mengikuti penelitian ini.,” Ungkapnya. |RM|