Ini, Si Tua Kombi Untuk Kemanusiaan Bencana Lombok

Jejen Jaenudin dengan VW Combi yang secara khusus membawa misi kemanusiaan untuk korban bencana di Indonesia, termasuk bencana gempa di Lombok, NTB.

Singaraja, koranbuleleng.com| Salah satu mobil VW yang ikut mejeng dalam Jambore Nasional ke-49 di Singaraja ada yang berasal dari kota Bandung. Bukan hanya itu, berangkat dari Bandung dan sempat singgah di beberapa kota di Pulau Jawa dan Bali, VW yang dikendarai oleh Jejen Jaenudin ini justru membawa misi kemanusiaan untuk membantu korban bencana gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat. VW Kombi ini juga membawa sejumlah tim medis, keren. Selama ini, mobil klasik ini memang sering dimanfaatkan untuk aksi sosial.

Di kota-kota yang disinggahi, Jejen jaenudin menggalang bantuan. Setelah dari Singaraja, VW tahun 1970 ini akan langsung menunu Lombok menyerahkan bantuan itu.

Secara fisik, mobil VW Kombi ini memang terlihat berbeda juga, sangat nyentrik dan mudah dikenali. Bukan karena modifikasi bentuknya, melainkan dari aksesoris stiker yang menghiasinya.

Pada bagian kaca depan tertuliskan Unit Tanggap Bencana. Sementara pada bagian samping terpasang sebuah lambang palang merah dan tulisan berupa Mobile Medic Unit. Sementara dibagian kap mobil ini terpasang sebuah sirine. Kendaraan ini memang didesain sebagai Mobil dari Volkswagen Indonesia Association (VIA) yang bergerak untuk misi kemanusiaan dan sosial.

Dalam kegiatan Jamnas VW ke-49 yang berlangsung di Kabupaten Buleleng. VW Kombi ini akan melaksanakan misi kemanusiaan ke Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait dengan bencana gempa yang menerjang beberapa waktu lalu.

Membawa Sembilan orang relawan, mobil tahun 1970 yang termasuk kategori langka di Indonesia ini juga akan membawa logistik untuk bantuan bagi para koran gempa. Kegiatan paska bencana juga akan melibatkan empat dokter, mulai dari dokter spesialis kulit, bedah tulang, spesialis anak-anak, dan dokter umum.

Jejen Jainudin merupakan anggota Volkswagen Club Bandung (VCB) yang merupakan bagian dari VW Indonesia Association (VIA). VW Kombi keluaran tahun 1970 yang dijadikan Unit Tanggap Bencana ini merupakan milik anggota VCB.

Ia yang sudah dua tahun menjadi anggota relawan pun dipercaya untuk merawat dan mengemudikan kendaraan yang diperuntukan untuk misi kemanusiaan dan social ini.

Mengikuti kegiatan Jamnas VW ke-49 di Kabupaten Buleleng memang menjadi rangkaian perjalanan panjangnya dari Bandung menuju ke Lombok. Tim kemanusiaan yang diberi nama Team Recovery Lombok (team darat) sudah bergerak sejak Rabu, 5 September 2018 malam menuju ke Blitar dan tiba Jumat 7 September 2018.

Di Blitar tim selanjutnya melakukan pengalangan dana di acara MACI. Setelah itu, perjalanan menuju ke Buleleng pada Sabtu, 8 September 2018 dan tiba di Buleleng tanggal 9 September 2018. Tiba di lokasi Jamnas pada sore hari, tim selanjutnya kembali melakukan penggalangan dana Jamnas VW Indonesia ke-49 di GOR Bhuana Patra Singaraja. Setelah itu, Team recovery Lombok malam itu juga melanjutkan perjalanan menuju Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Misi kita bergerak pasca bencana. Jadi setelah bencana kita mendirikan posko kesehatan untuk memberikan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis,” Jelasnya.

Ayah dua orang Anak ini memang mencintai kendaraan klasik ini sejak tahun 1998 silam. Ia juga memiliki VW pribadi jenis Kombi keluaran tahun 1979.

Kecintannya itu berawal dari hobi yang dijadikan sebagai sumber penghidupan, karena Ia juga merupakan mekanik VW, hingga kemudian bergabung menjadi anggota Volkswagen Club Bandung (VCB).

“Sukanya banyak teman rasa saudara karena komunitasnya seluruh Indonesia ada. Kita silaturahmi, tukar pikiran, kemudian kalau lagi touring kita ada masalah, kita tinggal kontak anggota, ada tim mekaniknya datang. Dukanya mungkin dalam hal materi untuk mempercantik mobil ini saja,” Ujar Jejen sembari tertawa.

Menurutnya,mengendarai kendaraan jenis VW di jalan Raya memiliki sensasi tersendiri. Dengan bentuk mobil yang klasik, kendaraan ini juga lebih menarik perhatian pengendara lain ketimbang memperhatikan kendaraan keluaran tahun kekinian.

“Ini pengalaman pribadi saya lo Kang. Berhenti di lampu merah, trus jejer sama mercy, malah VW saya yang diliatin. Ya pokoknya PD lah sama mobil klasik ini,”ungkapnya. |Rika Mahardika|