Bupati Bertekad Tingkatkan Kualitas Festival di Buleleng

Penutupan Lovina Festival ditandaid engan pelepasan balon ke udara

Singaraja, koranbuleleng.com | Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana tidak berniat menambah jumlah pagelaran festival di Kabupaten Buleleng namun justru akan meningkatkan kualitas festival yang sudah terselenggara.

Festival yang sudah terselenggara harus disosialisasikan lebih baik sehingga warga Buleleng juga merasa punya tanggungjawab untuk memiliki dan mensukseskan festival.

Bukan hanya itu, sejumlah organisasi perangkat daerah juga diminta agar tidak berdiam diri, namun juga harus ikut mensukseskan gelaran festival dengan cara bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

Agus Suradnyana mencontohkan, tahun depan Lovina Festival bukan hanya tanggungjawab Dinas Pariwisata atau Dinas Kebudayaan dalam upayanya pengembangan seni budaya dan promosi pariwisata, namun dibalik itu harus ada peran organisasi lain untuk ikut mensukseskan.

Contoh, Dinas Lingkungan Hidup sudah harus mempunyai terobosan agar kawasan pantai Lovina tidak tercemar, termasuk sungai yang bermuara ke perairan yang selama ini sudah tercemar oleh limbah hotel maupun restoran.

Dinas Perkimta juga sudah harus melakukan penataan terhadap hotel dan restoran agar tidak membuang limbah secara sembarangan.

“Begitupun soal parkir, Dinas Perhubungan mempunyai tugas untuk menata parkir di Lovina agar tidak sembraut,” kata Bupati saat menutup festival Lovina, di Pantai Binaria, 29 September 2018.

Menurut Bupati, meningkatkan kualitas festival untuk mempromosikan pariwisata Buleleng juga bisa dilakukan dengan kerjasama antar daerah. Bupati Buleleng meminta organisasi ISSI (Ikatan Sepeda Sport Indonesia) Buleleng untuk menjajaki kerjasama dengan Pemkab Banyuwangi.

“Untuk ISSI bersama Dinas Perhubungan agar menjajagi kerjasama dengan Bupati Banyuwangi. Kita bisa saja melobi agar tour de Ijen, Banyuwangi bisa memulai start dari Buleleng dan berakhir di Ijen, Banyuwangi. Ini untuk meningkatkan promosi pariwisata Buleleng,” terang Bupati.

Penutupan Lovina Festival di Pantai Binaria, Desa Kalibukbuk ditandai dengan pelepasan balon ke udara serta atraksi seni dan budaya. Lovina festival berlangsung dari 26 – 29 september 2018 di dua lokasi. Yakni stage 1 di area Pantai Binaria, dan Stage 2 di sebelah barat dari Pantai Binari. Konon, di area stage 2 ini, adalah cikal bakal Pantai Lovina yang termasyur di era tahun 1980 silam.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Nyoman Sutrisna mengungkapkan secara umum pelaksanaan lovina festival yang memasukitahun ke tujuh berjaland engan lancer. Transaksi ekonomi juga cukup tinggi mencapai sekitar Rp580 juta. |NP|