Bawaslu Pastikan Hak Pilih Warga

Bawaslu melakukan kroscek data pemilih secara langsung ke masyarakat melalui website www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id

Singaraja, koranbuleleng.com | Bawaslu Kabupaten Buleleng menggelar gerakan menjaga hak pilih (GMHP) untuk memberi kepastian kepada masyarakat sebagai pemilih serta untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pemilu dan Pilpres 2019.

Tak tanggung-tanggung, seluruh jajaran Bawaslu di Kabupaten Buleleng turun ke jalan untuk melakukan kroscek data pemilih langsung kepada masyarakat. Sasaran lokasi adalah tempat-tempat keramaian seperti pasar tradisional maupun kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat umum.

Seperti GMHP yang digelar saat Car Free Day di sepanjang jalan Ngurah raid an taman Kota Singaraja, Minggu 21 Oktober 2018.   Disitu, petugas dari Bawaslu Buleleng secara langsung menanyakan kepada warga pemilih tentang pencatatan daftar pemilih.

Apakah warga sudah terdaftar atau belum dalam daftar pemilih. Bawaslu langsung melakukan kroscek data melalui aplikasi. Dalam aplikasi itu, Bawaslu dan masyarakat bisa langsung melihat dengan memasukkan nama lengkap dan nomor identitas kependudukan sesuai yang tertera di kartu tanda penduduk (KTP).

Jika diantara warga ada yang belum terdata sebagai pemilih, Bawaslu akan mencatat dan merekomendasikan kepada KPU Buleleng agar melakukan pembaharuan daftar pemilih. Sejauh gerakan menjaga hak pilih digelar oleh Bawaslu, masih cukup banyak warga ditemukan belum tercatat.

Ketua Bawaslu Kabupaten Buleleng, Putu Sugi Ardana menyatakan gerakan GMHP ini dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat desa hingga ke tingkat kabupaten. Seluruh jajaran Panwas dan Bawaslu Buleleng diterjunkan untuk melakukan kroscek data pemilih secara langsung kepada masyarakat.

“Kita menyasar langsung ke masyarakat, menanyakan apakah mereka sudah terdaftar atau belum. Aplikasi ini memudahkan untuk memantau sehingga jika belum ada yang terdaftar kita catat dan diteruskan ke KPU Buleleng,” terang Sugi Ardana.

Kampanye GMHP ini sebenarnya gerakan nasional yang dicanangkan oleh Bawaslu RI. Di Bali, gerakan GMHP ini juga digelar diseluruh wilayah oleh masing-masing sekretariat Bawaslu di kabupaten dan kota di Bali.

Ketua Bawaslu Bali, Ketut Ariyani yang juga turun dalam GMHP di Taman Kota Singaraja, menyatakan kampanye GMHP ini untuk memastikan apakah warga yang sudah berhak untuk memilih telah terdaftar sebagai pemilih dalam daftar pemilih.

“Kami ingin memastikan warga yang sudah berhak memilih bisa terdaftar, sehingga pada saat pencoblosan bisa menyalurkan hak pilihnya di tps,” ujar Ariyani.

Sebenarnya, kata Ariyani ini adalah momen yang sangat baik bagi masyaraat untuk melakukan pendataan data pemilih. Dari aplikasi itu, warga secara langsung bisa melihat secara langsung apakah sudah terdaftar atau belum sebagai pemilih. |NP|