BNN Buleleng Gelar Tes Urin Mendadak di BPN

Petugas BNN Kabupaten Buleleng menggelar tes urin ke sejumlah instansi pemerintahan. Saat ini, BNN Provinsi Bali juga menargetkan pemberantasan narkotika di Bali dengan menggandeng desa pakraman untuk menyusun produk hukum adat yang anti terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkotika. |Foto : Dokumen koranbuleleng.com|

Singaraja, koranbuleleng.com| Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Buleleng menggelar tes urin terhadap pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Singaraja 22 Oktober 2018. Dari tes urin itu, diketahui dua orang pegawai institusi setempat sempat mengkonsumsi obat tidur. Obat tidur merupakan salah satu jenis obat yang memiliki kandungan narkotika dan psikotropika.

Tes urin di kantor BPN digelar secara mendadak. Ada 147 pegawai setempat menjalani tes. Kepala BNN Kabupaten Buleleng AKBP Gede Astawa memimpin langsung tes urin ini.

Tes dilakukan pagi hari, ketika pegawai baru memasuki kantor. Staf BPN langsung diminta oleh petugas dari BNN untuk menyerahkan sampel urin.  Pengujian juga langsung dilaksanakan di tempat. Dari proses itu akhirnya diketahui bahwa dua pegawai yang positif terdeteksi mengkonsumsi obat-obatan jenis psikotropika karena sebelumnya mengkonsumsi obat tidur.

“Kita langsung klarifikasi terhadap dua orang, pengakuannya mereka sempat mengkonsumsi obat tidur. Karena mereka sering mengalami gangguan tidur,” jelas Astawa.

Menurutnya, kegiatan test urin ini dilakukan untuk pemeriksaan narkoba dikalangan para pegawai. Terlebih lagi belakangan ini, penyalah gunaan narkoba khususnya di Kabupaten Buleleng kian marak. Tujuannya kata Dia, untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba dikalangan pegawai.

Kedepan kata Astawa, test urin tidak hanya menyasar instansi vertikal, namun juga akan menyasar seluruh pegawai di lingkup Pemerintah Kabupaten Buleleng. Hanya saja, rencana itu baru akan dilaksanakan pada tahun 2019.

“Ini salah satu cara untuk mendeteksi dan melakukan pemetaan juga terhadap tempat yang rawan narkoba. Jika nantinya ada yang positif menyalahgunakan narkoba, tentu prosesnya akan lanjut, apakah di rehab atau proses hukum,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pertanahan Nasinal (BPN) Buleleng, Gusti Ngurah Pariatna Jaya menyebut jika test urin terhadap Pegawai ini merupakan yang kedua kalinya. Tahun sebelumnya test pernah dilakukan oleh BNNP Bali dengan seluruh pegawai.

“Saya berharap tidak ada staf saya positif mengunakan narkoba. Jika pun ada saya akan berkoordinasi dengan bnn, dan sekarang kami melakukan pencegahan dulu,” katanya. |RM|