Kemenko PMK Dukung Pengembangan Kebudayaan Buleleng

Plt. Asisten Deputi Nilai dan Kreatifitas Budaya, R. Alfredo Sani Penat, disambut Kadisbud Gede Komang bersama sejumlah staf di Wantilan Sasana Budaya Singaraja.

Singaraja, koranbuleleng.com| Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko-PMK) RI siap untuk mendukung program pengembangan nilai budaya di Kabupaten Buleleng. Bahkan, dana senilai ratusan juta rupiah akan digelontorkan ke Buleleng.

Hal itu terungkap saat tim dari Kemenko-PMK mendatangi Dinas Kebudayaan (Disbud) Buleleng Jumat, 9 November 2018. Kedatangan tim yang dipimpin Plt. Asisten Deputri Nilai dan Kreatifitas Budaya, R. Alfredo Sani Penat, disambut Kadisbud Gede Komang bersama sejumlah staf di Wantilan Sasana Budaya Singaraja.

Tim tersebut menyambangi Buleleng untuk melakukan verifikasi. Mereka ingin melihat langsung potensi yang bisa digali di Kabupaten Buleleng. Sehingga gerakan-gerakan budaya semakin mengakar di masyarakat. Tim juga sempat menyaksikan langsung beberapa pagelaran seni dan budaya yang dibawakan oleh para pegawai Disbud Buleleng.

Menurut Alfredo, potensi budaya di sejumlah daerah, termasuk di Buleleng, cukup tinggi. Hanya saja, selama ini program yang telah dicanangkan Pemerintah terkadang jalan sendiri tanpa adanya sinergitas dengan masyarakat. Sehingga kelompok masyarakat yang ingin melakukan pengembangan kurang mendapatkan akses.

“Masyarakat yang perlu mendapatkan akses pengembangan potensinya kurang bisa diakomodir. Khusus untuk Buleleng, kami membuka beberapa kemungkinan kerjasama dengan Pemda atau masyarakat, targetnya adalah peningkatan ekspresi budaya,” terangnya.

Rencananya, Kemenko-PMK siap untuk mendukung program pengembangan nilai kebudayaan Kabupaten Buleleng dengan memberikan bantuan stimulant berupa anggaran. Kementerian pun telah meminta dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD). Dokumen itu telah dipelajari dan diharapkan bisa sinergis dengan rencana strategis kebudayaan nasional. Sehingga pengembangan kebudayaan di Bali Utara, dapat memberikan nilai dan karakter yang kuat bagi masyarakat.

“Kami mencoba menstimulan kegiatan di Buleleng untuk mengembangkan dan menguatkan even kebudayaan,” Tegas Alfredo.

Saat ini Kemenko-PMK pun telah meminta dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD). Dokumen itu telah dipelajari dan diharapkan bisa sinergis dengan rencana strategis kebudayaan nasional. Sehingga pengembangan kebudayaan di Bali Utara, dapat memberikan nilai dan karakter yang kuat bagi masyarakat.

Pada tahun 2018 ini, pihak Kemenko-PMK rencananya akan mendukung beberapa program kegiatan yakni kegiatan Utsawa Merdangga, Pemuteran Bay Festival, dan Buleleng Bali Dive Festival.

“Setelah kami lihat, di Buleleng ada beberapa potensi kerjasama. Baik itu dengan pemerintah maupun dengan kelompok masyarakat. Tahap awal kami akan beri dana stimulan untuk memperkuat beberapa program kebudayaan di daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng Gede Komang mengatakan, ada empat proposal yang diajukan untuk program kegiatan tahun 2018 ini. Mulai dari Utsawa Merdangga, Pemuteran Bay Festival, Buleleng Bali Dive Festival (BBDF) dan Wantilan Berdaya Krama Berbudaya yang digagas Sekaa Pentas Wantilan Desa Adat Pakraman Buleleng. Kebutuhan anggaran untuk empat kegiatan itu sekitar Rp400 juta rupiah.

“Kementerian berharap output-nya nanti penguatan karakter lewat pagelaran budaya. Masyarakat yang tadinya apatis dengan kesenian, akhirnya menjadi dinamis. Kami sudah susun rencana aksinya, tinggal eksekusi saja. Kebetulan programnya juga sudah siap,” ujarnya. |RM|