Canangkan Internasionalisasi, Undiksha Mantapkan Sarpras dan SDM

Aktifitas di Kampus Universitas Pendidikan Ganesha (undiksha) Singaraja. Undiksha mencanangkan internasionalisasi sehingga terus memantapkan sarana prasarana serta peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) |Foto : Istimewa|

Singaraja, koranbuleleng.com | Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) mencanangkan internasionalisasi pada 2019. Mendukung itu, sarana dan prasarana (Sarpras) terus dimantapkan termasuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Wakil Rektor II Undiksha, Prof.Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd., mengungkapkan internasionalisasi tersebut menjadi komitmen yang harus diwujudkan. Saat ini, sarana-prasana untuk menunjang kegiatan civitas akademika secara umum sudah sesuai standar.  Baik dari sisi kelengkapan komputerisasi yang menuju pada digital information di lingkungan kampus, sarana-prasarana pembelajaran berbasis digital.

“Semua fakultas sudah diberikan anggaran sejak 2017.  Itu untuk melengkapi instrument pembelajarannya,” jelasnya.

Dari sisi sistem, tahun ini juga telah dikembangkan untuk menunjang roda lembaga supaya berjalan baik. “Pada 2019, manakala internasionalisasi itu berjalan, kita sudah ready. Dari sisi fasilitas pembelajaran, hampir seluruh ruang kelas sudah dilengkapi LCD, AC, bangku sesuai standar. Kita juga menggagas pola pembelajaaran dalam jaringan,” sebutnya, Rabu 28 November 2018.

Tak hanya itu, untuk mempermudah dan mempercepat akses informasi di Kampus Jalan Udayana, Fakultas Bahasa dan Seni di Jalan A.Yani, Singaraja dan kampus Denpasar, jaringan internet juga ditingkatkan.

Sementara terkait dengan dengan SDM  juga jadi perhatian. Terobosan melalui diklat, workshop maupun pembinaan langsung terus diintensifkan. “Sekarang dari sisi kinerja dan profesionalisme memang belum tersebar dengan baik ke seluruh fakultas. Sehingga terjadi istilah resonansi kinerja. Masih ada fluktuasi antar fakultas. Kami sudah melakukan upaya terobosan melalui diklat, workshop, maupun pembinaan langsung,” sebut akademisi asal Kintamani, Bangli ini.

Masih berkaitan dengan internasionalisasi, pada 2019 penghargaan terhadap kinerja, untuk pegawai administrasi berbasis the rill time report. Artinya pegawai harus mengisi kinerja hariannya melalui sistem. Tidak lagi secara manual.  “Perubahan ini juga sebagai salah satu wujud internasionalisasi,” tegasnya.

Undiksha uga merancang penerapan e-office. Tata laksana surat-menyurat melalui sistem dan bisa diakses dengan gadget. “Undiksha akan betul-betul terkelola by sistem yang berdampak langsung pada penggunaan anggaran dan alat yang lebih efesien,” imbuhnya.

Sebagai bagian untuk mendukung internasionalsasi, universitas negeri terbesar di Bali Utara ini juga menggulirkan Program Pengalaman Lapangan (PPL) dan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di luar negeri. Ini untuk memperluas wawasan mahasiswa di kancah internasional.

Program ini sudah berjalan pada 2017 dan 2018. Sudah ada puluhan mahasiswa dari sejumlah fakultas yang diberangkatkan. Pada 2019, perekrutan juga telah dimulai. Pendaftarnya lebih dari 200 orang dan berasal dari seluruh fakultas. Hal tersebut, sambung Lasmawan, tak lepas dari motivasi mahasiswa yang sudah berangkat sebelumnya. Mahasiswa yang dinyatakan lolos akan terbagi mengikuti PPL dan PKL di beberapa Negara seperti Thailand, Philipina, Malaysia dan Vietnam.

“Dari sisi jumlah, kami terus menggenjot ada peningkatan. Begitu juga kualitas. Pertengahan 2019 juga berharap bisa meluas ke negara-negara Asia,” jelas Ketua LPPPM Undiksha, Prof. Dr. A.A.I.N Marhaeni, M.A.

Pemberangkatan mahasiswa dijadwalkan dua periode, yakni Januari dan Juli. Berbeda dari 2017 dan 2018 hanya pada Juli. “Kami terus berinovasi. Termasuk dalam perekrutan, sudah mulai jauh-jauh hari,” kata Marhaeni.

Dari sisi pembiayaan, ditegaskan universitas tidak menanggung seratus persen. Diharapkan ada swadana dari orangtua mahasiswa.

“Kalau tahun sebelumnya kami memberikan subsidi cukup banyak untuk keberangkatan mahasiswa. Tetapi sekarang kami mendorong adanya swadana. Meskipun kami mempersiapkan dana untuk mereka, tetapi tidak banyak. Ini juga terkait dengan dana UKT mahasiswa untuk PPL dan PKL tidak cukup untuk dana luar negeri,” ungkapnya.|NP/S|