Upaya PLN dan Pemerintah Hijaukan Bumi

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Bali Nyoman Suwarjoni Astawa menanam pohon pada Hari Menanam Pohon Indonesia

Singaraja, koranbuleleng.com | Hari Menanam Pohon Inndonesia (HMPI) dijadikan momen bagi PLN untuk menanam pohon baru secara serentak di 22 unit kerja PLN se- Indonesia.

Untuk di Bali, PLN menanam 5380 pohon  yang tersebar di lima kabupaten (Buleleng, Jembrana, Klungkung, Karangasem, dan Gianyar) dengan memprioritaskan tanaman produktif seperti duku, alpukat, mahoni, cendana, dan lainnya.

Kegiatan di Buleleng dilaksanakan di RTH Yowana Asri dan dihadiri langsung oleh General Manager PLN Unit Induk Distribusi Bali Nyoman Suwarjoni Astawa, Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp. OG dan jajaran pemerintah Kabupaten Buleleng dan masyaratkat setempat. Melalui kegiatan ini, diharapkan peran dan fungsi program penghijauan dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Tanaman produktif tidak hanya membuat lingkungan menjadi hijau, namun diharapkan juga memberi nilai tambah ekonomi. Jika kita berbuat baik kepada alam, maka kebaikan akan kembali kepada kita,” ujar Wakil Bupati Buleleng.

Total dana yang digelontorkan PLN Peduli untuk penanaman 22.000 pohon sebesar Rp 3,19 Milyar. Dana tersebut selain untuk penanaman pohon dipergunakan pula untuk pemeliharaan pohon agar tetap tumbuh dengan baik.

Aksi tanam pohon yang PLN lakukan dalam rangka HMPI 2018 ini merupakan kelanjutan dari aksi tanam pohon tahap I yang dilakukan pada 5 Juni 2018. Melibatkan 32 unit PLN se-Indonesia, PLN menanam total 34.000 pohon. Total dana yang dikeluarkan PLN Peduli pada Tahap I ini sebesar Rp 4,64 Milyar.

Wabup Buleleng I Nyoman Sujitdra mengatakan penanaman pohon ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Buleleng, selain untuk penghijauan juga sebagai penyerapan air.

Menurutnya lahan RTH Yowana Asri ini sedari dulu belum di manfaatkan sepenuhnya dikarenakan ada beberapa kendala teknis seperti akses untuk menuju lahan kosong tersebut.

“Memang dari dulu belum dimanfaatkan,  masalah teknis tapi sekarang pemkab akan berupaya memberi akses ke lahan ini, saya kira akses ini akan kita selesaikan,  sehingga lahan ini bisa di manfaatkan sebaik – baiknya,” paparnya.

Ditambahkan Wabup Sutjidra, upaya dalam memperbanyak hutan hijau di Kota Singaraja sedang berjalan, hal itu terlihat dari beberapa RTH yang sedang di bangun oleh Pemkab Buleleng seperti RTH Taman Bung Karno, RTH yang berada di depan rumah jabatan Bupati Buleleng dan RTH Yowana Asri.

Dimana nantinya RTH ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh masyarakat Buleleng.

“Ini sudah dirancang RTH ini bisa ada jogging track nya, dan tempat bermain anak- anak “ ucap Wabup Sutjidra.

Sebelumnya Plt Kepala Dinas Perkimta Ni Komang Surattini, ST dalam laporannya mengatakan, kegiatan penghijauan ini tiadalain untuk memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia dan  Bulan Menanam Nasional Tahun 2018.

Dengan menanam sebanyak 1.250 batang pohon  di lahan yang merupakan aset Pemkab Buleleng, adapun jenis-jenis pohon yang ditanam diantaranya 175 batang pohon beringin, 150 pohon dewan daru, 150 pohon cendana, 150 pohon kaliasem, 150 pohon duku, 175 pohon cempaka putih, 150 pohon badung, dan 150 pohon ceroring.

Dengan ditanamnya 1.250 batang pohon tersebut diharapkan mampu memberikan dampak yang baik dalam mewujudkan kesejukan di kota Singaraja.

Karena hutan Kota Singaraja merupakan kawasan RTH untuk publik serta pemanfaatan RTH Publik yang telah diamanatkan oleh Undang-undang yaitu sebesar 20% dari luas kota Singaraja.

Sedangkan untuk RTH Privat sebesar 10% sehingga luas RTH yang seharusnya dikelola Pemkab Buleleng minimal sebesar 30% dari luas Kota Singaraja.  |RM|