Struktur Terumbu Karang Bima dan Bedawang Nala Ditenggelamkan

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana membasuh struktur terumbu karang yang ditenggelamkan di perairan Bondalem dalam agenda ASET BBDF

Singaraja, koranbuleleng.com | Struktur terumbu karang berupa patung Bima dan Bedawang Nala, diturunkan ke dasar laut di perairan Bondalem, dalam pembukaan ASET BBDF (Aksi Seni Tejakula dan Buleleng Bali Dive Festival), Rabu 28 November 2018. Even ASET BBDF merupakan salah satu strategi pemerintah dalam mempromosikan pariwisata yang berbasis seni budaya dan lingkungan kelautan kabupaten Buleleng.

Dulu, BBDF sempat digelar rutin di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, namun untuk memeratakan potensi, BBDF akhirnya digelar di wilayah Kecamatan Tejakula. Even ASET BBDF Ini meliputi beberapa kegiatan dibidang seni budaya dan diskusi ataupun lokakarya tentang upaya-upaya untuk menjaga lingkungan laut di Buleleng tetap lestari.

Khusus untuk materi pelestarian lingkungan, penyelenggara mendatangkan sejumlah ahli kelautan maupun aktifis lingkungan yang konsisten menjaga keseimbangan laut, pelestarian terumbu karang serta innovator untuk pembuatan struktur terumbu karang.

Struktur terumbu karang berupa Patung Bima dan Bedawang Nala yangditurunkan ke dasar laut juga tidak lepas dari filosopi dan keyakinan masyarakat hindu di Bali. Dalam kisah mahabarata, Bima adalah sosok manusia yang berani membela kebenaran dan keselamatan umat manusia. Bima rela terjun ke dasar lautan untuk mencari tirta kamandalu. Tirta kamandalu ini ini diyakini sebagai air yang bisa menyucikan bumi dari berbagai keburukan.

Sementara Bedawang Nala adalah simbol dari keseimbangan alam semestta. Secara fisik, Bedawang nala berupa hewan kura-kura besar yang diapit oleh dua ekor naga. Ketiga hewan ini adalah penjaga keseimbangan alam semesta.

Dari dua struktur terumbu karang yang ditenggelamkan di perairan Bondalem, maka semakin melengkapi aset dunia bawah laut diwilayah periaran ini. Perairan Bondalem selama ini diketehaui sebagai salah satu daerah perlindungan laut di Kabupaten Buleleng. Ada sejumlah zona yang dimanfaatkan untuk pelestarian alam bawah laut.

“Pengembangan terumbu karang ini kita lakukan untuk mengembangkan potensi alam yang kita miliki sehingga mampu menarik wisatawan untuk datang ke Bali Utara,” ujar Ni Made Rousmini, Ketua Panitia ASET BBDF tahun 2018.

Rousmini juga menjelaskan, tujuan dari diselenggarakannya ASET BBDF adalah untuk event promosi potensi kepariwisataan yang dilakukan oleh Pemkab Buleleng. Masyarakat di Kecamatan Tejakula juga memperkenalkan potensi alam dan tradisinya di Kecamatan Tejakula.

“Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan diperlukan berbagai upaya secara berkesinambungan dan terintegrasi dari stake holder pariwisata yang terkait,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST dalam sambutannya saat membuka ASET BBDF mengatakan, Desa Bondalem memiliki potensi wisata terumbu karang yang sangat baik.

Pemkab Buleleng telah melakukan upaya-upaya pengembangan wisata bawah laut yang terintegrasi dengan masyarakat sekitar.

“Dengan terjalinnya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat yang sadar lingkungan, Buleleng telah meraih berbagai penghargaan baik itu penghargaan nasional hingga penghargaan internasional. Hal ini tentunya telah mendorong industri pariwisata di Kabupaten Buleleng,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan pengembangan pariwisata di Buleleng khususnya di Desa Bondalem tidak akan berhasil tanpa campur tangan masyarakat. Ia merasa bangga terhadap masyarakat Desa Bondalem yang mau ikut andil dalam pelestarian dan pengambangan potensi pariwisata di Desa Bondalem.

“Saya sebagai Kepala Daerah akan terus mendorong masyarakat untuk sadar akan lingkungan, karena ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan kepada masyarakat,” tegasnya. |NP|