Kemensos Salurkan Bantuan Dana PKH

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Made Budi Astawa menyerahkan bantuan kepada peserta PKH Kabupaten Buleleng

Singaraja, koranbuleleng.com | Kementerian Sosial RI menyalurkan bantuan non tunai tahap keempat bagi warga peserta Program Keluarga Harapan (PKH) di Gedung Laksmi Graha, Singaraja, Minggu 2 Desember 2018.

Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Yogyakarta, Benny Setya Nugraha didampingi Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Made Budi Astawa menyerahkan secara simbolis kepada sejumlah peserta pKH dari beberapa kecamatan di Buleleng.

Benny Setya Nugraha mengatakan, Program Keluarga Harapan merupakan program perlindungan sosial yang bersifat memberikan bantuan kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) dalam bidang pendidikan dan kesehatan.

Ini sebagai bentuk perlindungan sosial dari pemerintah kepada masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan aksesibilitas utamanya terhadap pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Tujuan umum PKH adalah untuk meningkatkan aksesibilitas terhadap pelayanan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial dalam mendukung tercapainya kualitas hidup keluarga miskin” ungkapnya.

Bantuan dana yang diterima oleh peserta PKH bisa dicairkan melalui PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI).

“Bantuan ini dimanfaatkan untuk kebutuhan penting seperti pakaian, untuk anak dan juga untuk kebutuhan sekolah,” jelasnya.

Sesuai dengan data dari Kementerian Sosial,  Kabupaten Buleleng telah melaksanakan program ini mulai dari tahun 2010 sampai saat ini. Jumlah Keluarga Penerima Manfaat PKH regular sebanyak 16.049 keluarga, PKH disabilitas sebanyak 365 orang, PKH lanjut usia sebanyak 470 orang dan untuk beras sejahtera jumlah keluarga penerima sebanyak 38.179 orang.

Sementara Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Made Budi Astawa, mengatakan  Pemkab Buleleng sangat mendukung Program Keluarga Harapan di Kabupaten Buleleng untuk memberi perlindungan sosial bagi warga miskin di Buleleng.

Hal ini juga sebagai upaya untuk percepatan penanggulangan kemiskinan sekaligus pengembangan kebijakan perlindungan sosial.

“Harapannya dengan Program Keluarga Harapan ini penanggulagan kemiskinan di Kabupaten Buleleng bisa dilaksanakan lebih cepat “ kata Budi Astawa.

Budi Astawa juga mengatakan kedepannya Pemkab Buleleng melalui Dinas Sosial Kabupaten Bulelengsudah siap untuk melaksanakan proses peralihan atau transformasi dari program bantuan sosial beras sejahtera ke Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada awal tahun 2019 mendatang. |NP/R|