Desa Panji Masuk Zona Merah Rabies

Singaraja, koranbuleleng.com| Paska meninggalnya seorang warga yang tercatat tinggal di Banjar Dinas Bangah, Desa Panji Kecamatan Sukasada karena suspect rabies, Dinas Pertanian Buleleng menetapkan Desa panji masuk dalam zona merah rabies.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Buleleng drh I Wayan Susila menjelaskan, hingga awal Desember 2018, Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng sudah menetapkan 24 desa yang tersebar di sembilan kecamatan masuk dalam daftar zona merah rabies.

Sementara untuk penetapan Desa Panji sebagai Zona Merah Rabies karena sudah ditemukan kasus suspect rabies pada manusia. Artinya, Ia meyakini bahwa dua bulan sebelum gigitan, anjing yang menularkan sudah dipastikan positif rabies. Atas kondisi itu, Desa Panji langsung menjadi target sweeping vaksinasi, terhadap anjing liar disekitar wilayah tersebut.

“Jika manusia sudah ditemukan suspect rabies, logikanya sebelum ada gigitan dua bulan sebelumnya sudah ada anjing yang positif rabies, makanya langsung kami tetapkan sebagai zona merah,” katanya.

Menurut Susila, saat ini kemungkinan ada anjing lain yang terkontak langsung dengan anjing terduga rabies. Sehingga potensi virus rabies tertular pada anjing lainnya masih ada. Rencananya, pihaknya bersama dengan aparat Desa akan melaksanakan eliminasi tertarget pada anjing-anjing yang dicurigai tertular rabies, setelah upaya sweeping vaksinasi selesai di lakukan.

“Eliminasi akan kami lakukan pada anjing-anjing liar, karena memang potensinya tertular rabies sangat besar,” Tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang warga yang tinggal dusun Bangah, Desa Panji, Ni Made M, dilaporkan suspect rabies dan meninggal di RSUD Buleleng. Korban sempat mendapatkan penanganan medis di RSUD Bulelengsebelum akhirnya meninggal Senin, 3 Desember 2018. Dari riwayat yang diterima pihak RSUD Buleleng, korban sempat digigit anjing sekitar tanggal 3 Oktober 2018. |RM|