Koster : Batubara Bikin Panas

Gubernur Bali Wayan Koster

Singaraja, koranbuleleng.com| Gubernur Bali, Wayan Koster memberikan penegasan bahwa PLTU Celukan  Bawang harus berhenti menggunakan bahan energy pembangkit listril dari batu bara, dan harus beralih ke gas supaya tidak mencemari lingkungan. Walaupun sebelumnya PLTU Celukan Bawang sudah mengantongi amdal, namun Koster tetap teguh pendirian bahwa PLTU Celukan Bawang harus menggunakan prinsip green energy.

“Batu bara itu bikin panas,” ujar Koster setelah menghadiri diskusi akhirtahun yang digelar Komunitas Jurnalis Buleleng (KJB) di PElabuhan Buleleng, Jumat 7 Desember 2018.

“Walaupun sudah ada amdal, kan ada yang lebih baik,” lanjutnya

Menurut Koster, kebijakannya berlaku untuk PLTU pertama maupun tahap kedua yang sedang dalam proses pembangunan. Karena baginya, penggunaan batubara memberikan dampak yang buruk terhadap lingkungan, utamanya menyebabkan polusi udara. Sehingga yang disarankan agar PLTU menggunakan gas sebagai bahan utama.

Koster menegaskan bahwa peralihan bahan bakar dari batubara ke gas ini akan tuntas dalam tiga tahun mendatang. Khusus untuk pembangkit listrik yang sudah dibangun tahap pertama, konversi dari batubara ke gas akan dilakukan secara bertahap. Sedangkan untuk pembangunan tahap kedua harus sudah menggunakan bahan bakar gas.

“Yang baru dibangun untuk tahap dua juga kita tolak menggunakan batubara. Harus green energi,” tegasnya.

Menurut Koster, Pengelola PLTU Celukan bawang sejak awal seharusnya tidak hanya berpikir untuk mencari untung semata, tanpa memperhitungkan dampak lingkungan dan sosial di masyarakat. Seharusnya, pengelola lebih memikirkan efek jangka panjang terhadap kondisi lingkungan yang terjadi jika ngotot menggunakan batubara.

“Jangan maunya nyari untung saja di Bali. Lalu rusaknya kita yang dikasi. Ya tidak maulah, jangan begitu. Bali harus dibuat bebas polusi,” Desaknya.

Untuk diketahui, sejak beroprasi tahun 2015 lalu, PLTU Celukan Bawang di Kecamatan Gerokgak sudah meghasilkan listrik sebesar 380 MW dengan menggunakan sekitar 5.200 ton batubara tiap hari. Saat ini, PLTU Celukan Bawang sedang berencana membangun tambahan PLTU sebesar 2×330 MW, dengan tetap menggunakan batubara sebagai bahan. |RM|