Thomas J Goreau, Ikut Tenggelamkan Barong dan Rangda

Puluhan Penyelam profesional melakukan persmebahyangan bersama sebelum penurunan struktur terumbu karang Barong dan Rangda di Desa Pemuteran, Gerokgak |Foto : Nova Putra|

Singaraja,koranbuleleng.com | Thomas J Goreau, ikut menyelam menenggelamkan struktur terumbu karang Barong dan Rangda sebagai agenda utama dalam Pemuteran Bay Festival, di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kamis 13 Desember 2018.

Ilmuwan asal Jamaika  kelahiran tahun 1950 iniadalah ilmuwan yang mengembangkan teknologi biorock untuk transpalantasi terumbu karang. Dia sudah melakukan pengembangan biorock di lebih dari 100negara di Dunia, termasuk di Desa Pemuteran, Buleleng.

Saat penenggelaman struktur Barong dan Rangda, dia terlihat paling lama melakukan penyelaman bersama para penyelem professional lainnya.  

Tom Goreau, panggilan akrabnya.  Tom, juga terlihat ikut melakukan persembahyangan sebelum struktur terumbu karang ini ditenggelamkan di kedalaman 8 meter.  Sebelumnya,dia juga ikut memeriahkan dan melakukan pengalungan bunga pada struktur Barong dan rangda , sebagai tanda Barong dan Rangda ini ditenggelamkan sebagai struktur terumbu karang untuk menambah jumlah rumah terumbu karang di dasar laut Pemuteran.

StrukturBarong dan Rangda ini adalah struktur tambahan. Sudah ada sekitar 160 strukturberbagai bentuk di dasar laut Pemuteran. Beberapa diantaranya dalam bentuk karya seni manusia yang membuat alam bawah laut Pemuteran menjadi salah satu kunjungan favorit bagi diver di dunia. Diantaranya, struktur terumbu karang Gajah Mina, Bedawang Nala, Garuda dan terakhir Barong dan Rangda.

Tommengatakan, alam bawah laut Pemuteran sangat indah dengan berbagai koleksi media terumbu karang. Teknologi biorock memang membantu pertumbuhan terumbu karang dengan cepat sehingga laut di Pemuteran bisa di rehabilitasi dengancepat.

“Kondisi dibawah sangat bagus, terumbu karang tumbuh dengan normal. Saya tahu, dulu kawasan ini begitu rusak sekarang sudah sangat bagus mengalahkan sejumlah tempat lain di dunia.” ujarnya.

Tomberharap masyarakat tetap semangat untuk melakukan upaya-upaya pelestarian lingkungan dan terumbu karang. Terumbu karang ini sangat berguna bagi kehidupan berkelanjutan untuk alam semesta ini.

Strukturterumbu kaorang Barong dan Rangda ini, terinsipirasi dari keyakinan hindu tentang Rwa Bhineda. Ini juga diangkat sebagai tema festival Pemuteran Bay Festival. Rwa Bhineda adalah keyakinan tentang dua perbedaan yang selalu ada dalam kehidupan manusia, dan ini adalah bentuk keselarasan dan keseimbangan hidup. Dan Barong serta Rangda adalah simbol dari Rwa bhineda itu.

GusMantra, inisiator Pemuteran Bay Festival ini mengatakan Unesco telah menyematkan penghargaan warisan dunia tak benda untuk Barong dan Rangda.

 “Sehingga dalam rupa apapun, di Bali, karya seni itu selalu bisa di aplikasikan termasuk dalam upaya penciptaan lingkungan yang lestari. Barong dan Rangda ini kami angkat sebagai karya seni struktur terumbu karang,” ujar Gus Mantra.

Sementara itu, Ketua Pecalang Segara Desa Pemuteran, Made Gunaksa mengatakan prosesi penenggelaman struktur Barong dan Rangda ini sangat cepat dan efisien. Puluhan penyelam profesional yang tergabung dalam penyelaman ini sangat kompak dan mentaati seluruh prosedur yang digambarkan oleh leader, atau pemimpin penyelaman.   

Dalam penenggelaman itu, juga ditanam bibit terumbu karang di struktur Barong dan Rangda serta pemberian kalsium untuk pertumbuhannya.

“Secara rutin ini akan dipantau dan dipelihara dengan baik oleh kelompok pokwamas Desa Pemuteran.  Ini akan menambah keindahanalam bawah laut Pemuteran,” ujar Gunaksa dengan yakin.

Gunaksa adalah salah satu penyelam professional di Desa Pemuteran. Dia juga bersama warga dan pemuda Desa Pemuteran membangun struktur-struktur terumbu karang yang setiap tahun di tenggelamkan di dasar laut Pemuteran.

Pecalang segara Desa Pemuteran juga terus melakukan pemantauan atau patroli laut untuk mencegah pencarian ikan dengan bom atau sejenisnya.  |NP|