Harga Sembako Naik

Singaraja, koranbuleleng.com| Menjelang Hari Raya Galungan Kuningan, sejumlah harga pangan pokok mengalami kenaikan. Di Pasar Anyar Singaraja, salah satu yang mengalami lonjakan harga adalah daging ayam potong.

Dari pantauan di Pasar Anyar Singaraja, harga daging ayam potong saat ini sudah mencapai Rp42 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya harganya hanya Rp30 ribu per kilogram.

- Advertisement -

Terlebih lagi saat ini, jatah untuk pedagang ayam potong sudah dijataj oleh pemasok. Dimana yang biasanya mendapat 40 ekor, sekarang hanya mendapatkan jatah 25 ekor saja.

“Kenaikannya sudah sekitar satu minggu lalu. Mungkin karena sekarang jatah kami (pedagang,red) berkurang makanya jadi naik,” ujar Putu Swarmiasih salah seorang pedagang dari Desa Suwug Kecamatan Sawan.

Menurutnya, walaupun harga daging ayam potong meningkat, namun kondisi itu tidak serta membuat omset penjualannya ikut meningkat. Swarmiasih bahkan mengaku harus mengeluarkan tambahan modal karena harga yang diberikan dari pemasok juga meningkat.

“Terjualnya juga ga tentu, kalau sekarang naik justru pembelian cenderung menurun,” Ketusnya.

- Advertisement -

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Buleleng bersama dengan staf dari Kementerian Perdagangan RI melaksanakan sidak ke Pasar Anyar Senin, 17 Desember 2018. Sidak dilakukan untuk melakukan pemantauan terhadap harga bahan pokok menjelang hari raya Galungan dan Kuningan.

Dari hasil pemantauan, Kadis Dagperin Buleleng Ketut Suparto menyebut jika kenaikan harga di Buleleng masih terbilang stabil. Walaupun diakuinya terjadi peningkatan yang cukup tinggi untuk penjualan daging ayam.

Suparto menyebut jika lonjakan harga daging ayam masih dibawah 10 persen dari Harga Eceran Tetinggi (HET). Kenaikan ini terjadi karena terjadinya peningkatan pada biaya produksi. Baik itu untuk perawatan hingga pakan ternak yang meningkat. Ia pun mengaku akan segera melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian membantu persoalan yang dihadapi peternak, agar harga daging ayam potong kembali normal.

“Harga produksinya itu yang naik. Dari peternak menyampaikan ke pedagang sudah naik, bukan pedagang yang menaikkan. Kita koordinasi dengan dinas pertanian, agar harga daging ayam sesuai dengan HET,” Ujarnya.

Kenaikan harga juga terjadi pada telur. Jika biasanya harga satu krat telur hanya Rp42 ribu, kini meningkat menjadi Rp42 ribu. Sehingga mengalami kenaikan sekitar 0,2 persen. Sementara untuk harga cabai baik besar maupun kecil masih tetap. Pun demikian, Ia menjamin bahwa persediaan bahan pokok hingga hari raya nanti masih terpenuhi.

“Setiap hari kita turun, untuk memantau. Tapi yang pasti pasokan itu aman, tidak ada kendala,” Ucap Suparto. |RM|

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts