Pasar Banyuasri Akan Dibangun dengan Anggaran 1,3 miliar

Suasana pedagang di Pasar Banyuasri, Singaraja |Foto : Rika Mahardika|

Singaraja, koranbuleleng.com| Pemerintah Kabupaten Buleleng akan membangun Pasar darurat sebagai lokasi untuk merelokasi para pedagang di Pasar Banyuasri Singaraja. Pembangunan pasar darurat itu guna mendukung program revitalisasi Pasar Banyuasri yang akan berlangsung tahun 2019 ini.

Berdasarkan data pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Buleleng, saat ini tercatat ada 1.399 pedagang yang beraktifitas di Pasar Banyuasri, baik itu pemilik toko, kios, los, pelataran, pedagang pasar tumpah, pedagang musiman di dalam pasar, hingga pedagang musiman bongkar muat.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Dagperin) Kabupaten Buleleng Ketut Suparto menjelaskan, secara keseluruhan, pihaknya telah menyiapkan anggaran senilai Rp1,4 Miliar terkait pembangunan Pasar Darurat untuk merelokasi para pedagang di Pasar Banyuasri.

Khusus untuk bangunan fisik, anggarannya senilai Rp1,3 Miliar, sementara sisanya diperuntukkan untuk penyusunan Detail Engineering Design (DED), Pengawasan, hingga proses sosialisasi. Rencananya, pembangunan pasar darurat itu akan memafaatkan lahan terminal Banyuasri. Bangunan dalam Pasar darurat nantinya akan berbentuk ruko dengan ukuran 4×3 meter dan kios berukuran 3×3 meter.

“Akhir Januari, sudah akan diserahkan BLP (Bagian Layanan Pengadaan) untuk tender, dan diharapkan Februati proses berjalan, sehingga akhir Februati sudah ada pemenang. Dan Maret sudah dilaksanakan pembangunan pasar darurat selama 1 bulan,” Jelasnya.

Suparto mengatakan, Bangunan Pasar Darurat senilai Rp1,3 Miliar itu nantinya akan berbentuk bangunan semi permanen dengan menggunakan bahan batako, beratap seng, dan menggunakan pintu rolling door. Hal ini dilakukan karena para pedagang tersebut akan menempati pasar darurat dalam jangka waktu yang panjang, selama proses Revitalisasi Pasar banyuasri berlangsung yakni sekitar 2 tahun.

“Relokasi para pedagang paling lambat kita lakukan diakhir Bulan Maret, atau awal Bulan april 2019 mendatang,” Katanya.

Disisi lain, jika nantinya proses revitalisasi Pasar Banyuasri di Kelurahan Banyuasri Kecamatan Buleleng telah rampung, bangunan pasar darurat tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada Badan Keuangan Daerah (BKD) selaku pengelola aset, mengingat bangunan tersebut telah menjadi aset Pemerintah Kabupaten Buleleng. BKD Buleleng pun selanjutnya melakukan penghapusan aset degan membongkar bangunan, untuk mengembalikan fungsi terminal Banyuasri seperti semula. |RM|